Home / Media / Siaran Pers / Tangkal Radikalisme Di Sektor Pendidikan Icmi Dorong Penguatan Ideologi Pancasila

Tangkal Radikalisme di Sektor Pendidikan, ICMI Dorong Penguatan Ideologi Pancasila


Posted on Kamis, 16 Ags 2019 14:26 WIB


Tangkal Radikalisme di Sektor Pendidikan, ICMI Dorong Penguatan Ideologi Pancasila

Jakarta - Sekertaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muhammad Ja'far Hafsah, mendorong adanya penguatan ideologi Pancasila untuk menangkal dan mengikis radikalisme di kampus dan sekolah-sekolah. Sebab saat ini, bibit-bibit radikaisme seakan mulai kembali mengusik keutuhan bangsa Indonesia. 

"Menjadikan itu sebagai garda terdepan (Ideologi Pancasila-red) dalam menangkal radikalisme," ujar Ja'far, saat dihubungi Kamis (15/8). 

Ja'far melihat jika selama ini kelompok-kelompok radikal yang ada di Indonesia ialah kolompok yang tidak menganggap adanya Negara Kesatuan Republik Indoesia (NKRI), serta tidak patuh kepada peraturan yang berlaku. 

"Redikalisme itu dikenal sebagai estrim kiri, ektrim kanan, nah radikalisme jadi dia akan mengarahkan radikalisme itu dia tidak memberikan pengakuan kepada pancasila," jelas Ja'far. 

Menurut Ja'far, perlu adanya penguatan pelajara agama dan pelajaran kebangsaan yang diberikan kepada siswa. Serta di level masyarakat perlu adanya sosialisasi, yang bertujuan memberikan pemahaman tentang sangat berbahayanya jika seseorang terpapar paham radikal. 

"Sosialisasi yang terus menurus dilakukan kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman-pemahaman apa itu yang disebut bagaimana kita disebut bernegara Pancasila, bagaimana toleransi, bagaimana kerukunan, bagaimana negara ini sudah harga mati, tidak ada menawar-nawar lagi menjadi negara Islam, tidak, negara agama tidak, negara katohlik tidak," tegas Ja'far. 

Dilevel pemerintahan, Ja'far yang juga Wakil Ketua Tim Pengkajian MPR ini berharap agar setiap kepala daerah mampu melakukan pengawasan. Terutama terhadap peraturan-peraturan daerah (perda) yang selama ini tidak eksklusif membendung paham radikalisme. 

"Nah sama perda-perda yang dikeluarkan gubernur-gubernur yang dikeuarkan pemerintah provinsi, kabupaten kota, itu perda-perdanya tidak eksklusif," ucapnya. 

Ja'far berharap pemerintah terus melakukan sosialisasi baik melalaui media sosial tentang bahayanya paham radikalisme ini. Masyarakat pun diharapkan lebih sentitif terhadap apa yang terjadi dilingkungannya. 

"Kita sungguh-sungguh harus memahami persis yang mana merupakan tindak-tindakan radikaisme itu. Selain itu pemerintah harus terus memberikan himbauan memberikan sosiaisasi juga melalui media-media sosial," tutup Ja'far.


Tags : Cendekiawan Muslim ICMI Peduli ICMI Pusat Indonesia Kebangsaan Keislaman Kenegaraan Keumatan





Detail side

Media Terpopuler