iklan-baner-euro.gif

Prof. Dr. Said Aqil Siradj

Prof. Dr. Said Aqil Siradj
Prof Dr KH Said Aqil Sirodj lahir di Cirebon 03 Juli 1953. Ia memiliki latar belakang akademis yang luas dalam ilmu Islam. Alumni S3 University of Umm Al-qura dengan jurusan Aqidah ini lulus pada tahun 1994 yang sebelumnya mengambil S2 di Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987 dan S1 di Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982. Dengan latar belakang ilmu pendidikan Agama yang kuat dijadikan modal Siradj dalam dakwah dan memperjuangkan Islam di era baru ini.

Sebelum terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil berprofesi sebagai pendidik. Ia sempat menjadi dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ); dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta; dosen Pascasarjana ST Ibrahim Maqdum, Tuban; dan hingga saat ini masih tercatat sebagai dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo, Kediri.

Said Aqil juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU pada 1999-2004. Kemudian, pada 2010, Ia dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU.

Pada Muktamar ke-32 NU di Asrama Haji Sindiang itu, Said unggul dengan perolehan 294 suara dari rivalnya, Slamet Effendi Yusuf, yang mendapat 201 suara. Dengan demikian, Ia resmi menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU) periode 2010-2015.

Nahdlatul Ulama ( NU ) yang dipimpin KH Said Aqil Siradj merupakan salah satu organisasi Islam terbesar dan berpengaruh di dunia Islam khususnya di Indonesia. Ciri utama yang membedakan warga Nahdlatul Ulama dengan ormas Islam yang lain adalah keanggotaannya yang mayoritas berasal dari pedesaan. Point utama organisasi ini adalah penekanan pada pendidikan dan keterlibatan politik berlandaskan prinsip Islam Ahlusunnah wal Jamaah (ASWAJA).

KH Said Aqil Siradj kembali memenangi pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar NU ke-33 di Jombang. Proses pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2015-2020 ini berlangsung singkat dan tanpa gejolak. Ia berhasil mengalahkan sembilan nama bakal calon yang diusulkan peserta muktamar. Mereka adalah Idrus Ramli, Said Ali, KH Mustofa Bisri, KH Said Aqil Siradj, As'ad Ali, Ali Said, KH Salahuddin Wahid, As'ad Ali, dan Tuan Guru Hilmi Muhamadiyah.***Zulkarnain

Jangan ada praktek yang tidak berakhlakul karimah

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved