iklan-baner-euro.gif

Priyo Budi Santoso

Priyo Budi Santoso Tokoh yang satu ini tercatat sebagai “anggota DPR pertama kali dalam sejarah Orde Baru yang berani meminta mundur Kabinet Presiden Soeharto”. Peristiwa itu terjadi pada era reformasi. Di parlemen kala itu, dengan tegas, namun tanpa menanggalkan kesantunan politiknya, ia meminta Kabinet Soeharto mundur, demi kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia.

Karena kritisme dan keberaniannya itu, dalam Rubrik Tokoh-nya yang dikenal sangat bergengsi, Harian Kompas memotret kiprah dan perannya dibawah judul, “Masih Ada Hati Nurani di DPR”. (Kompas, 16/5/98). Sementara Majalah Forum Keadilan, menokohkannya sebagai sosok “Anak Muda yang Gusar di Parlemen” (Forum Keadilan, 28/11/99). Majalah Tempo, Majalah Gatra, Harian Media Indonesia dan Republika menjulukinya sebagai “Koboy Senayan”, karena sikap tegas, kritis dan beraninya untuk membelas kepentingan rakyat.

Pada era tersebut, Priyo Budi Santoso, sang tokoh, masih masuk kategori new comer dalam perpolitikan Indonesia. Indonesia memang berada pada era transisi, dimana banyak tokoh baru, muda dan segar muncul ke panggung politik teratas.

Kritisme dan naluri politik Priyo cukup tajam. Untuk kemampuan yang satu ini, Priyo sangat terbantukan oleh pengalaman oraganisasinya dahulu sebagai aktivis pergerakan mahasiswa. Ia berani, lugas, dan punya karakter. Tapi, ini keunikan Priyo, ia tetap dikenal sebagai karakter yang mengedepankan sikap sopan dan santun dalam menyampaikan aspirasi, sikap serta prinsipnya. Ini kelebihan Priyo.

Era reformasi merupakan titik awal melesatnya karir Priyo di dunia politik. Pada era inilah ia menemukan momentumnya. Perlahan namun pasti, dedikasi politik yang tinggi membawa karir politik Priyo menanjak. Ia tampil sebagai sosok yang dapat diterima semua kalangan. Priyo khas dengan moderasi politiknya.

Statement serta sikap politiknya mampu meredakan tensi yang tinggi serta suasana yang panas antar dua kubu. Priyo mampu mengambil garis netral yang bisa diterima semua pihak.

Regenerasi yang terjadi di panggung politik pada era reformasi membuat Priyo mampu bekiprah pada level yang lebih signifikan. Ia tampil menjadi salah satu generasi yang menonjol. Dan itu ia buktikan dalam wujud kiprah politik yang sangat penting.

Jika Priyo mampu mendapatkan momentum politik pada era reformasi. Maka hal itu bukan semata soal momen saja. Semua itu memang didasari oleh visinya tentang regenerasi dalam kancah politik. Priyo Budi Santoso adalah sosok yang percaya pada putaran alamiah dalam alih generasi kepemimpinan politik.

Menurutnya, disadari atau tidak, diinginkan atau tidak, dihalang-halangi atau tidak, proses regenerasi kepemimpinan adalah keniscayaan yang pasti terjadi. Regenerasi dalam dunia politik khususnya, dan semua aspek kehidupan pada umumnya, adalah bagian dari seleksi alam. Substansinya sama: pergantian dari satu generasi pada era tertentu, kepada generasi lainnya di era selanjutnya. Yang membedakan hanyalah prosesnya.

Regenerasi adalah bentuk respon terhadap perubahan. Ketika zaman terus menjemput dinamikanya, maka masyarakat harus mampu meresponnya dengan cara yang sesuai dengan perubahan itu sendiri.

Kemampuan untuk merespon dinamika zaman dengan cara yang berbeda, hanya bisa dilakukan oleh generasi yang berbeda pula. Sebab setiap generasi merupakan anak kandung dari zamannya. Maka, jika perputaran roda zaman tidak bisa dihentikan, demikian pula halnya dengan regenerasi. Itu proses yang niscaya. Demikian makna regenerasi dalam filosofi berpikir Priyo.

Dalam percaturan politik, kerap muncul wacana atau gagasan tentang “potong satu generasi”. Dalam pandangan Priyo, wacana atau gagasan ini secara tidak langsung telah menyalahi seleksi alam dari proses regenerasi itu sendiri. Ini tidak sesuai dengan dinamika zaman dan roda sejarah.

Karenanya, Priyo tetap menolak ide “potong satu generasi”, yang biasanya muncul sebagai ekspresi kekecewaan dan kefrustasian terhadap gerak roda regenerasi. Selain tidak demokratis, konsep “potong satu generasi” juga akan menelurkan efek negatif. Sebab dibangun pada slogan-slogan yang agitatif-konfrontatif. Priyo percaya pada alih generasi yang alamiah dalam sebuah proses pergantian kepemimpinan politik. Ia menyebutnya sebagai proses soft landing.

Cita-cita Priyo tentang Indonesia

Priyo memiliki impian yang besar tentang masa depan Indonesia. Ia memiliki dambaan yang tinggi pada negeri ini. Priyo mengimpikan Indonesia yang kokoh, mandiri, bermartabat dan dihormati bangsa-bangsa lain. Sebab kekokohan sebuah negara mencitrakan kemandirian bangsanya; dan kemandirian bisa tergapai jika ditopang kekokohan. Jika sebuah negara telah mandiri dan kokoh, ia akan menjadi sebuah bangsa yang terhormat dan dihormati bangsa-bangsa lain.

Priyo Budi Santoso adalah pribadi dengan perpaduan antara ketegasan, keberanian dan kesantunan. Ia berani, namun mudah memaafkan. Ia tegas, tapi santun. Ia juga kritis, tapi tetap menjunjung fatsun dan budi pekerti. Ia terus menggali dan membangun nilai-nilai dalam filosofi hidupnya: mengalir seperti air, tapi tidak hanyut. Menentang arus, tapi tetap tenang. Tenang, tapi menghanyutkan. Hanyut, tapi memimpin. Ia percaya pada ikhtiar, usaha dan daya upaya tetapi lebih dari itu ia percaya pada suratan takdir. “Ojo kagetan lan  ojo gumunan; ojo nggege mongso, kurmati sing luwih tuwo; ojo golek memolo, ning sing bengkok lurusno.” “Jangan gampang kaget dan heran; jangan terburu-buru, hormati orang yang lebih tua; jangan cari penyakit, tapi yang bengkok harus diluruskan”. Prinsip inilah yang sering mengilhami gerak perilaku politiknya.

Sejarah politik kepemimpinan Indonesia, dengan segala rekam-jejak yang ditorehkan oleh para pemimpin pada masanya itu, adalah warisan sejarah yang berharga. Garis sejarah selalu saja meninggalkan sinar putih (kebaikan) maupun noktah hitam (keburukan). Sejarah adalah warisan yang amat berharga dan harus dipilah dan dipilih oleh generasi penerus, yaitu yang baik dijadikan suri tauladan, bagian-bagian yang kurang baik ditinggalkan. Demikian Priyo memaknai sejarah.

Tentang sejarah politik Indonesia, Priyo berpandangan, “Saya menterjemahkan filosofi Jawa, mikul dhuwur mendhem jero seperti itu. Tapi juga jangan berlebihan, ojo mikul kedhuwuren, ojo mendhem kejeron. Dalam pandangan saya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia, Bung Karno dan Pak Harto adalah dua putra terbaik yang pernah dilahirkan bangsa ini”.

Sejarah selalu meninggalkan sebuah babak kepemimpinan dengan segala karakteristik dan warna-warninya. Ada mutiara tauladan pada diri Soekarno, sebagaimana juga dapat ditemukan pada sosok Soeharto sebagai penggantinya.

Demikian juga dengan kepemimpinan Prof B.J. Habibie, KH Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, hingga Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka semua adalah pemimpin yang hebat pada masanya. Setiap pemimpin pasti meninggalkan catatan emas dalam jejak sejarahnya.


Itulah Priyo. Ia selalu bijaksana dan arif dalam melihat masa lalu dan masa depan. Ia senantiasa menghargai setiap jasa dan peran. Priyo selalu mengambil pelajaran dari setiap rentang zaman dan setiap jengkal generasi. Ia yakin, segala sesuatu memiliki nilai hikmahnya, tinggal bagaimana kita mampu menemukannya.

PENDIDIKAN
  • Fisipol UGM, Ilmu Administrasi Negara (1992)
  • SMA Negeri 1 Trenggalek (1985)
  • SMPN I Trenggalek (1982)
  • SDN I Karanganom (1979)

KARIR
  • Wakil Ketua DPR RI Periode 2009-2014
  • Anggota DPR RI Periode 2004-2009
  • Anggota DPR RI Periode 1999-2004
  • Anggota DPR RI Periode 1997-1999
  • Direktur Eksekutif CIDES (1996-1997)
  • Dosen FISIP Universitas Islam 45, Bekasi (1996-1997)
  • Dosen FISIP Universitas Nasional, Jakarta (1996-1997)
  • Ketua Departemen Publikasi CIDES (1993-1996)

ORGANISASI:
  • Salah satu dari lima Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), 2010
  • Ketua Partai Golkar
  • Wakil Sekjen DPP Partai Golkar (2004-2009)
  • Ketua DPP Ormas MKGR (sejak 1999)
  • Sekretaris Korwil VII DPP Partai Golkar (sejak 1998)
  • Sekretaris Umum BP GWB PM ICMI Pusat (sejak 1993)
  • Ketua DPP Persatuan Mahasiswa Administrasi Indonesia (1989-1990)
  • Ketua Senat Mahasiswa FISIPol UGM (1989-1990)

PENGHARGAAN
  • Politisi Pria Terpopuler 2010 di Parlemen Senayan hasil polling Uvolution Indonesia dan Inilah.com
  • Tokoh Terpopuler 2010 kategori Lembaga Legislatif oleh Charta Politica

Priyo mengimpikan Indonesia yang kokoh, mandiri, bermartabat dan dihormati bangsa-bangsa lain. Sebab kekokohan sebuah negara mencitrakan kemandirian bangsanya;

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved