ngaji-algibran.png

Dr. Zulkifli Hasan, SE., M.M

Dr. Zulkifli Hasan, SE., M.M Zulkifli Hasan, S.E., M.M. adalah politikus yang menjabat Ketua MPR Periode 2014 - 2019. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan Indonesia sejak 22 Oktober 2009 hingga 1 Oktober 2014. Sebelumnya ia menjabat Sekretaris Jenderal PAN periode 2005 - 2010.

Anak dari Hasan dan Siti Zaenab ini terpilih dalam pencalonan Ketua MPR RI Periode 2014 - 2019 dari Partai Amanat Nasional yang diusung oleh koalisi antara Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, dan Dewan Perwakilan Daerah yang terpilih secara voting, dan mengalahkan suara yang mengusung Oesman Sapta Odang yang merupakan koalisi antara PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan. 

Menamatkan sekolah di SMA 53 Jakarta, pria yang dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhono di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini memilih melanjutkan studi ke Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana pada 1996. Ia kemudian mengambil melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan lulus pada tahun 2003.

Selain menjabat sebagai Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari, kiprah ayah empat anak ini tetap berkibar di bidang politik dan lainnya. Tercatat, sepanjang karirnya ia pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Logistik PAN, Pelindung Yayasan Al Husna Jakarta, hingga anggota DPR Komisi VI. Selain itu dia pernah menduduki posisi Ketua Fraksi PAN DPR RI periode 2004 – 2009.

Bagi H. Zulkifli Hasan SE, menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak pernah ada dalam mimpinya, tetapi nasib berkata lain ketika Sidang Paripurna MPR menetapkan mantan menteri kehutanan itu sebagai pimpinan majelis periode 2014-2019 melalui voting.

Zulkifli yang mantan menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu karena terpilih sebagai anggota legislatif ini adalah politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN).  Lahir di Penengahan, Lampung Selatan, 17 Mei 1962, sebelum menjadi menteri pada 22 Oktober 2009, dia dikenal sebagai Sekretaris Jenderal PAN periode 2005-2010.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Panamas Mitra Inti Lestari ini, memang sudah lama aktif di bidang politik. Tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Logistik PAN, anggota DPR Komisi VI dan posisi Ketua Fraksi PAN DPR RI periode 2004 – 2009.
Ketika menjabat menteri kehutanan, namanya sempat heboh di sosial media setelah beredar video yang memperlihatkan Zulkifli dimarahi oleh Harrison Ford, aktor terkenal asal Amerika.

Perselisihan itu terjadi ketika Senin, 9 September 2013,  Harrison Ford mendatangi kantor Kementerian Kehutanan untuk mewawancarai Zulkifli dalam rangka pembuatan film serial dokumenternya yang berjudul Years of Living Dangerously.

Menurut keterangan Zulkifli waktu itu, perselisihannya dengan Ford itu terjadi karena ketidaksepahaman keduanya mengenai kerusakan hutan yang parah yang terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Zulkifli sendiri mengakui bahwa memang telah terjadi kerusakan hutan yang parah di sana.
 
Namun di kemudian hari dalam sebuah acara televisi dia mengatakan bahwa kejadian itu lebih menyangkut pengambilan gambar untuk sebuah film. “Jadi dia aktor utamanya dan saya adalah penjahatnya,” katanya sambil bercanda.

Sepanjang karirnya, dia selaku pimpinan Kemenhut yang mempunyai kewenangan dalam proses perizinan alih fungsi hutan  juga sempat diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektare.di Kabupaten Bogor yang melibatkan Bupati Bogor Rachmat Yasin.
Sebelum menjadi pengusaha, Zulkifli sempat bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun gaji yang diterima yang relatif kecil mendorong dia untuk terjun berwirausaha dan kemudian berhasil dalam usahanya.

Peduli lingkungan

Entah karena jabatannya sebagai menteri kehutanan atau karena memang Zulkili adalah orang yang peduli pada lingkungan hidup, pada 20 Dzulhijjah 1434/25 Oktober 2013, Zulkifli yang saat itu juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat, melakukan kunjungan dan silaturahim ke Ma’had Al-Fatah Lampung.

Dalam kunjunganya itu, Zulkifli menyatakan akan merealisasikan program penanaman satu miliar pohon di Ma’had Al-Fatah Muhajirun, Natar, Lampung. Secara simbolis ia melakukan penanaman bibit  durian di sana.

“Di sini ada beberapa hektar lahan yang belum ditanami, nanti kami berikan bibitnya. Kalau  40 hektare ada dananya, ajukan saja proposal, nanti kami salurkan ke sini, bisa bibit sengon atau karet,” kata Zulkifli saat itu yang disambut tepuk tangan dari para santri dan para tamu undangan.

Waktu itu, Zulkifli menyatakan akan memberikan bantuan berupa program pengembangan Kebun Bibit Rakyat.  KBR ini merupakan upaya rehabilitasi dalam menanggulangi lahan kritis dengan memberdayakan masyarakat di setiap daerah.

Zulkifli juga memotivasi para santri untuk tidak berkecil hati dan minder menjadi seorang santri atau alumni pondok pesantren, karena lulusan pesantren justru punya nilai lebih dibandingkan dengan lulusan sekolah umum. “Saya alumni PGA (Pendidikan Guru Agama-red), banyak pejabat juga alumni pesantren.”
 
Menurut Zulkifli Hasan, bagian dari pengamalan Al-Quran adalah memiliki tanggung jawab terhadap pemeliharaan lingkungan hidup. “Ini merupakan wujud syukur kita atas karunia lingkungan hidup yang ada.”

Dia juga mengingatkan, terjadinya bencana adalah akibat dari perbuatan manusia yang mengeksploitasi alam menurut hawa nafsunya. Jadi, adalah tugas dan tanggung jawab umat Islam untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup.

Karier
  • Ketua MPR RI 2014-2019
  • Menteri Kehutanan, 2009-2014
  • Sekretaris Jenderal PAN, 2005-2010
  • Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari
  • Ketua Fraksi PAN DPR RI periode 2004 – 2009
  • Ketua Departemen Logistik PAN
  • Ketua Lembaga Buruh Tani & Nelayan
  • Wakil Ketua Komite tetap pemberdayaan KADINDA DKI
  • Pelindung Yayasan AL Husna Jakarta
  • Ketua Yayasan Insan Cendikia Kalianda, Lampung, Indonesia

Riwayat Pendidikan
  • S2, Sekolah Tinggi Manajemen PPM, lulus 2003
  • S1, Universitas Krisnadwipayana, masuk 1996
  • SMA, Negeri 53 Jakarta
  • Sekolah Dasar di Lampung, lulus tahun 1975
  • Sekolah Menengah Pertama di Lampung, lulus tahun 1979

Penghargaan
  • Bintang Jasa Mahaputra Adipradana dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
  • Tokoh Perubahan 2010 dari Republika.
  • Kadarman Award 2007 dari Strategic Change Leaders.
  • Lifetime Achievement Award, Indonesia Green Award dari The La Tofi School of CSR.
  • Tiger Champion Award dari Panthera. Bhumandala Award 2014 dari Badan Informasi Geospasial.

Pengamalan Al-Quran adalah memiliki tanggung jawab terhadap pemeliharaan lingkungan hidup.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved