iklan-baner-euro.gif

Dr Mohammad Jafar Hafsa

Dr Mohammad Jafar Hafsa Menjadikan ICMI Sebagai Rumah Besar Cendekiawan Islam

(ICMI Media) - Paska Muktamar VI Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 11-13 Desember 2015 lalu, ICMI bergerak dengan gairah baru serta sistem kepemimpinan yang berubah dari presidium (banyak pimpinan) menjadi satu Ketua Umum dengan banyak wakilnya. Terpilih sebagai Ketum, Tokoh Senior ICMI yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat ICMI, Prof Dr Jimly Asshiddiqie dengan 7 formatur wakil-wakilnya diberbagai bidang dan profesi.

Namun tak banyak yang publik tahu, sosok di balik perubahan besar sistem tersebut adalah pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) di ICMI, Prof Dr Mohammad Jafar Hafsa, politisi senior asal Soppeng, Sulawesi Selatan. Jafar adalah orang yang ditugaskan oleh Ketua Presidium saat itu, menyusun skema pemilihan Ketua Umum dari sistem yang sebelumnya Presidium sungguh bukan pekerjaan mudah. Namun kepiawaian Jafar berpolitik dan berorganisasi memang patut diacungi jempol, ia sukses membawa ICMI kepada perubahan baru nyaris tanpa gejolak.

"Visi besar saya di ICMI, adalah menjadikan ICMI sebagai rumah besar bagi seluruh kaum cendekiawan muslim di Indonesia dan menjadikan ICMI sebagai lembaga intelektual yang dijadikan rujukan bagi umat Islam Indonesia," kata Jafar saat ditemui ICMI Media di Gedung MPR RI.

Sungguh tak mudah memang, mengingat postur organisasi ICMI yang saat ini sangat gemuk dan terdiri dari berbagai pemahaman, ormas Islam dan juga parpol di Indonesia. Bahkan, mengutip dari ucapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ICMI adalah organisasi paling lengkap dari segi individu anggota karena menggandeng hampir seluruh umat Islam di berbagai paham, ormas dan parpol di Indonesia.

"Justeru itulah tantangan yang membuat saya sangat tertarik di ICMI, dengan berbagai keberagaman isi anggotanya ICMI harus bisa bergerak untuk menjadi wadah kaum intelektual bagi muslim di Indonesia," ungkap Jafar. Untuk itu, keluarga Jafar sangat mendukung keberadaan Jafar untuk berkhidmat di ICMI.

Sekilas biografi MJH

Mohammad Jafar Hafsah yang populer dengan inisal (MJH), lahir di Soppeng, 17 Februari 1949. Masa kecilnya dilalui di Kota Soppeng, Sulawesi Selatan. Jenjang Pendidikan sejak SD (Sekolah Dasar) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) ditamatkan disana.

Gelar sarjana diraih di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Jurusan Sosial Ekonomi pada tahun 1975 dan Pendidikan Doktor diselesaikan MJH di Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Bidang Keahlian Perencanaan Pembangunan Wilayah Pedesaan tahun 1989.

Sejak di bangku kuliah, MJH telah bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai kuliahnya, ini tidak terlepasa dari latar belakang keluarga. MJH telah ditinggalkan ayahnya, Beddu Seneng saat usia 9 tahun. Keadaan ini mendidik dan menempa MJH kecil untuk menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.

Tahun 1976, MJH memutuskan berhijrah meninggalkan Dolog untuk mengabdi berkarir sebagai PNS yang diawali sebagai Penyuluh Pertanian SPesialis (1976-1981). Kemapuan dan kepiawaiannya dalam menjalankan tugas telah menghantarkan MJH menjadi Kepala Pusat Pengembangan Usaha dan Hubungan Kelembagaan, Badan Agribisnis Departemen Pertanian (1994-1997). Pada umur 48 tahun, MJH telah mencapai jenjang karir puncak birokrasi yaitu Eselon 1 sebagai Sekretaris Badan Pengendali Bimas (1997-2000), kemudian menjadi Staff Ahli Menteri Pertanian Bidang Peragangan Kerjasama Internasional (2000-2001), Staff Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan dan Pengembangan Wilayah Pertanian (2001-2002). Dan Terakhir menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan (2002-2005).

Semasa kuliah, MJH terpilih sebagai mahasiswa teladan dan aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian UNHAS, Dewan Mahasiswa UNHAS, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Dakwah Mahasiswa Islam. Meskipun aktif di organisasi, tidak menyurutkan prestasi akademik MJH, sehingga dipercaya menjadi Asisten Dosen Fakultas Pertanian UNHAS.

Berbagai kursus penjenjangan telah diikuti MJH, antara lain LEMHANAS, SEPADYA, SESPANAS, dan lain-lainnya. MJH juga memperoleh berbagai penghargaan dari Pemerintah berupa Bintang Jasa Stya Lencana Karya Satya 10 Tahun, Satya Lencana Karya 20 Tahun, Satya Lencana Wira Karya Pertanian, Pancawarsa 1 Pramuka dan Satya Lencana Pembangunan Pertanian/Koperasi. Dari pihak masyarakat, MJH memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Nasional The Best Executive, International Human Right Golden Award, Lencana Adi Bhakti Tani Nelayan Utama, dan Man of The Year tahun 2004.

Untuk senantiasa mengasah kemampuan akademik dan sebagai bentuk pengabdian akademik, MJH juga mengajar di berbagai Perguruan Tinggi, seperti IPB (Program Pasca Sarjana, Universitas Mercu Buana, Universitas Satya Gama, Universitas Borobudur, Universitas Kristen Indonesia dan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.

MJH juga aktif dan duduk sebagai pimpinan di berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Perhimpunan Manajemen Agribisnis Indonesia (PMAI), Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), Persatuan Insinyur Indonesua (PII), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Surat Kabar Sinar Tani, Badan Pengembangan Kawasan Ekonomi Terpadu, Badan Benih Nasional (BBN), Komisi Perlindungan Tanaman Nasional (KPTN), Asosiasi Produsen Padi Nasional, Masyarakt Perbenihan dan Perbibitan Nasional, Dewan Jagung Nasional (DJN) dan Dewan Beras Nasional (DBN). Saat ini, selain menjadi anggota MPR RI dari Fraksi Demokrat, Jafar diamanahkan oleh Ketua Umum ICMI untuk mengelola roda organisasi ICMI sebagai Sekretaris Jenderal.

Hebatnya, ditengah semua kesibukannya, MHJ juga aktif menulis di berbagai media cetak , menulis buku teks, pembicara dalam berbagai seminar serta sebagai narasumber , bahkan menjadi presenter di beberapa media televisi. Karya tulis MJH antara lain: Kemitraan Usaha (Sinar Harapan, 1999, 2000, dan 2003), Bisnis Gula di Indonesia (Sinar Harapan, 2002), Bisnis Ubi Kayu Indonesia (Sinar Harapan, 2003), dan Bisnis Ubi Jalar (Sinar Harapan, 2003), Kedaulatan Pangan, (Sinar Harapan, 2006), Jejak Jelajah, (Sinar Harapan, 2007), Pengentasan Kemiskinan (Iris Press, 2008), Sahabat Petani dari Timur, (Yapensi dan The Jafar Inspiration, 2009), Indonesia Demokratis & Sejahtera (The Jafar Inspiration, 2009), Membangun Pertanian Sejahtera, Demokratis dan Berkeadilan (Sinar Harapan & The Jafar Inspiration, 2009), Penyuluhan di Era Otonomi Daerah (Sinar Harapan & The Jafar Inspiration, 2009), Mewujdkan Indonesia Berdaulat Pangan, (Sinar Harapan, 2011), Cara Sukses Menulis (Sinar Harapan, 2011), dan Politik Untuk Kesejahteraan Rakyat (Sinar Harapan, 2011).

Tak hanya piawasi dalam karya tulis, MJH ternyata memiliki bakat sebagai seorang puitis, tercatat beberapa karya puisinya yang telah diluncurkan antara lain: Puisi Hati Seorang Birokrat I (Sinar Harapan, 2003), Puisi Hati Sang Birokrat II (Sinar Harapan, 2004), Dawai Cinta (Sinar Harapan, 2004), Percikan Kehidupan (Sinar Harapan, 2004), Semilir Cinta (Sinar Harapan, 2004), Bisikan Hati (Sinar Harapan, 2004), Fatamorgana (Sinar Harapan, 2005), dan Senandung Alam, (Sinar Harapan, 2011).

Kiprah Politik

Tahun 2005 MJH memilih hijrah ke dunia politik setelah 8 tahun berada di posisi puncak birokrasi sebagai eselon I. Keputusan birokrat sejati tersebut tidaklah mudah, sebab melalui istikharah dan proses yang matang, MJH berketetapan hati menerima pinangan sebagai Ketua DPP Partai Demokrat periode 2005-2010. Pada Pemilihan Legislatif 2009, MHJ terpilih sebagai angota DPR RI. Kiprah MJH sebagai legislator dimulai dari Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI (2009-2010), selanjutnya menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI (2010-2012), kemudian sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI (2012-2014).



 

Visi besar saya di ICMI, adalah menjadikan ICMI sebagai rumah besar bagi seluruh kaum cendekiawan muslim di Indonesia dan menjadikan ICMI sebagai lembaga intelektual yang dijadikan rujukan bagi umat

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved