Home / Media / Siaran Pers / Pengembangan Ekonomi Pasar Pancasila

Pengembangan Ekonomi Pasar Pancasila


Posted on Senin, 19 Feb 2018 08:39 WIB


Pengembangan Ekonomi Pasar Pancasila

Jakarta – Perekonomian di sebuah negara sangatlah mempengaruhi kemajuan negara. Indonesia yang merupakan negara berkembangan haruslah menunjukkan kepada dunia bahwa negara ini dalam segi perekonomiannya sangat baik.
 
Perekonomian di Indonesia masih banyak perlu dikoreksi. Pengembangan ekonomi di negara ini masih terlalu berlandaskan liberal. Hal itu dapat di ubah dengan cara merombak sistem perkonomian Indonesia yang berbasis UUD 45 dan pancasila.
 
Dewan pakar ICMI serta ahli ekonomi, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, mengatakan “Pengembangan ekonomi kerakyatan masih sangat rapuh. Sangat perlu membangun landasan perekonomian kerakyatan berbasis Pancasila dan UUD 45”.
 
Ekonomi pasar pancasila membutuhkan stabilitas ekonomi makro, yang dimana dapat menaikkan devisa negara serta krus rupiah. Tetapi dalam hal tersebut sangat membutuhkan orientasi kepada meningkatkan kesejahteraan rakyat.
 
Didin S. Damanhuri menuturkan pula “sangat merekomendasi menjaga stabilitas ekonomi makro, pengembangan pasar uang, dan pembangunan infrasruktur yang berorintasi dengan pencapaian pertumbuhan berkualitas untuk masyarakat”.
 
Landasan pancasila serta UUD 45 berisikan untuk menyesejahteraan rakyat, maka dari itu sangatlah diperlukan untuk memulai membangun perekonomian pasar pancasila di Indonesia. Perekonomian yang berhasil yaitu harus berdampak bagi para rakyatnya.
 
“Memikirkan dan membenahi perekonomian pancasila Indonesia pun harus mulai dipikirkan, karna hal ini sangat mempengaruhi ekomoni Indonesia di masa depan serta kesejahteraan rakyatnya ”  ketua umum ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie.
 
Pentingnya rancangan untuk mengubah perekonomian di Indonesia sangatlah harus dipikirkan dengan matang-matang. Mengubah pemikiran liberal harus mulai dikoreksi secara perlahan. Dengan cara itu akan lebih mudah memajukan perekonomian pasar pancasila yang berdasarkan kesejakteraan rakyat. (SR/CR)


Tags :






Media Terpopuler