Home / Media / Siaran Pers / Ketum Icmi Imbau Rakyat Selektif Pilih Wakil Rakyat

Ketum ICMI Imbau Rakyat Selektif Pilih Wakil Rakyat


Posted on Selasa, 19 Mar 2019 13:48 WIB


Ketum ICMI Imbau Rakyat Selektif Pilih Wakil Rakyat

 JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof DR Jimly Asshiddiqie mengimbau, masyarakat dapat benar-benar selektif untuk menentukan hak pilihnya ke parpol dan caleg pada pemilu 2019.

Selektif yang dimaksud Jimly adalah memilih para wakil rakyat dan parpol yang diyakini berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. 

"Kalau dilihat sekarang kan hampir semua parpol punya masalah dengan kadernya yang tersangkut korupsi. Nah tinggal diyakini saja mana parpol dan caleg yang ke depannya serius antikorupsi," ujar Jimly, Senin (18/3/2019).

Jimly mengatakan, dengan menyeleksi caleg dan parpol yang serius antikorupsi dan memiliki visi misi ke depan tidak terjerat hal tersebut, berarti masyarakat telah ikut menyukseskan demokrasi Indonesia.

"Demokrasi kan tidak sekadar bebas, ada banyak parpol, caleg, pemilunya bagus, Presiden dipilih langsung. Tapi juga lahirnya negara yang bersih dari korupsi dan jujur politisinya," ucap Jimly.

Jimly menyampaikan, semangat antikorupsi awalnya dimulai dari diri sendiri. Setelah itu ada, masyarakat akan lebih mudah menentukan siapa sosok wakilnya di parlemen. 

"Masyarakat bebas memilih wakilnya di parlemen. Mana yang dianggapnya baik ke depan untuk antikorupsi. Masyarakat Indonesia sudah cerdas untuk memilih atau tidak sosok caleg yang ragu-ragu komitmen antikorupsinya," kata Jimly.

Jimly juga menilai, beberapa waktu lalu KPK pernah mengumumkan daftar nama caleg mantan koruptor. Cara itu dianggap Jimly ampuh sebagai pendidikan politik ke masyarakat, guna mewujudkan negara tidak korupsi.

Jimly meminta agar seluruh kelompok masyarakat atau lembaga yang berintegritas terhadap pemberantasan korupsi terus mengampanyekan kepada masyarakat agar selektif memilih wakil rakyat dan parpol di pemilu 2019.

Sedangkan upaya penanganan korupsi yang terus saja masih ada di Tanah Air, ucap Jimly, perlu dilakukan melalui dua cara yakni pencegahan dan penyadaran (hulu) serta penindakan hukum (hilir).

Sebelumnya, kasus korupsi kembali mencuat dan menyita perhatian publik Tanah Air. Lembaga antirasuah pada OTT baru-baru ini berhasil menangkap Ketua Umum PPP M Romahurmuzy dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Selain Romahurmuzy, yang juga anggota Komisi IX DPR RI, juga turut diamankan tiga orang lainnya yang merupakan pejabat di Kanwil Kementerian Agama di provinsi Jawa Timur. (*)


Tags : ICMI Pusat Jimly Ketua ICMI Politik Siaran Pers






Media Terpopuler