Home / Media / Siaran Pers / Icmi Tes Mengaji Bisa Dilakukan Ke Capres Tapi Jangan Paksa Langgar Aturan Pemilu 2019

ICMI: Tes Mengaji Bisa Dilakukan ke Capres, tapi Jangan Paksa Langgar Aturan Pemilu 2019


Posted on Kamis, 10 Jan 2019 12:22 WIB


ICMI: Tes Mengaji Bisa Dilakukan ke Capres, tapi Jangan Paksa Langgar Aturan Pemilu 2019

Jakarta, (ICMI Media) - Polemik mengenai uji kefasihan bacaan mengaji terhadap para calon Presiden untuk pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 ikut disoroti oleh Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof DR Jimly Asshiddiqie.

Menurut Jimly, dapat saja dibolehkan dilakukan uji kefasihan bacaan mengaji kepada para calon Presiden untuk pemilu 2019. 

Jimly mengatakan, jangan sampai ada pihak yang menghalangi bila ingin ada uji kefasihan mengaji kepada para calon Presiden pemilu tahun 2019.

Kendati demikian, Jimly mengungkapkan, bukan berarti pelaksanaannya tidak ada syarat. Syarat tersebut adalah kembali kepada keinginan masyarakat di suatu wilayah saja.

Jimly berpendapat, jika memang ada masyarakat atau kelompok tertentu di daerah atau yang amat ingin mengetahui apakah calon Presiden atau Wakil Presiden pilihannya bisa mengaji, dapat saja melakukannya dengan inisiatif sendiri.

"Kalau ada unsur masyarakat di daerah tertentu mau tahu calon Presiden dan Wakil Presidennya bisa baca Al Quran atau tidak, saya kira bisa saja. Jangan dihalangi. Tapi dilahkan adakan sendiri," ujar Jimly, Rabu (9/1/2019).

Namun, Jimly menjelaskan, jika uji kefasihan mengaji atau membaca Al Quran tersebut harus dipaksakan menjadi aturan pemilu 2019, hal tersebut tersebut justru akan bertentangan dengan regulasi.

Jimly menyampaikan, sebab berdasarkan regulasi pemilu 2019 yang telah ditetapkan, tidak ada aturan tegas yang mengharuskan uji mengaji kepada para calon Presiden perlu dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tapi kalau diuji oleh KPU tentang baca Al Quran, saya menganggap belum ada aturannya," ucap Jimly.

Saat ini, masalah uji kefasihan mengaji atau membaca surah dalam Al Quran masih terus menuai perdebatan di publik Indonesia. 

Hal itu dimulai ketika Dewan Ikatan Dai Aceh mengundang dan meminta kedua calon Presiden di pemilu 2019 yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto melakukan tes mengaji agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana kemampuan kedua calon Presiden dalam memahami ayat Al Quran.

Dewan Ikatan Dai Aceh berencana menggelar uji kefasihan mengaji ke kedua calon Presiden pada 15 Januari mendatang di Masjid Baiturrahman Banda Aceh. (ed)


Tags : ICMI Jimly Ketua ICMI Politik Siaran Pers






Media Terpopuler