Home / Media / Kabar Icmi / Icmi Jelaskan Soal Nalar Demokrasi Di Tahun Politik

ICMI Jelaskan Soal Nalar Demokrasi di Tahun Politik


Posted on Kamis, 27 Des 2018 13:52 WIB


 ICMI Jelaskan Soal Nalar Demokrasi di Tahun Politik

Jakarta (ICMI Media) – Menjelang akhir tahun 2018, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menggelar refleksi akhir tahun yang menghasilkan beberapa catatan mengenai hiruk-pikuk demokrasi dan kehidupan bernegara.

ICMI memandang refleksi akhir tahun guna mewujudkan tatanan berdemokrasi yang lebih baik, karena telah menjadi tanggung jawab bersama selaku anak bangsa. Demikian disampaikan Ketua Umum ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie, Rabu, (26/12/2018) di Sekrateriat ICMI Pusat, Jakarta

Terkhusus dalam menyongsong pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang akan berlangsung pada tanggal 17 April 2019 mendatang, ICMI memandang perlunya dibuatkan catatan untuk tujuan koreksi dan penyusunan langkah ke depan bagi bangsa ini.

Indonesia juga patut bersyukur telah sekian kali berhasil melaksanakan pemilihan umum dengan segala hirukpikuknya, baik untuk anggota legislatif maupun Presiden dan Wakil Presiden. 

“Pemilu-pemilu itu, dengan terus-menerus melakukan perbaikan pelaksanaannya, telah mengantarkan bangsa ini sampai pada keadaannya sekarang, yakni sebuah masyarakat demokratis,” Kata Jimly

Namun, ICMI memandang tahapan demokratisasi ini tentu bukanlah akhir dan wujud kesempurnaan, pembenahan harus terus dilakukan dengan melihat fenomena yang muncul di tengah masyarakat dalam proses kehidupan politik sehari-hari. 

“Ada sejumlah hal yang bila diabaikan, mungkin dapat menyeret bangsa ini ke masa depan tanpa arah. Berbagai fenomena dan peristiwa-peristiwa yang terus berlangsung, misalnya hilangnya nalar dalam praktek demokrasi kita,” Ujar Jimly

Salah satu fenomena yang menonjol menyongsong Pilpres 2019 adalah kian menajamnya sikap saling menista dan menghujat antara dua kelompok pendukung Capres-Cawapres, sehingga dibutuhkannya kesadaran bersama.

“Situasi ini tampaknya memang remeh, tetapi penting diingat bahwa masa depan kita sebagai sebuah bangsa sangat tergantung pada evolusi kesadaran masa kini yang sedang berlangsung,” ujar Jimly

Evolusi masa kini yang dimaksud adalah wujud perpaduan fungsi organ-organ kompleks yang masing-masing mempunyai kekuatan penetratif, yaitu suatu kemampuan mempengaruhi pemikiran dan tindakan masyarakat dimana dinamisme inti kehidupan berbangsa itu ditentukan. (so/cr)


Tags : ICMI Politik





Detail side

Media Terpopuler