ngaji-algibran.png

ICMI Kecam dan Kutuk Kebiadaban Teror Bom Gereja di Surabaya

redaksi 13 May 2018 comments ICMINews
JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengutuk keras serangkaian maraknya peristiwa kekerasan dan teror yang beberapa waktu terakhir dialami Indonesia.
 
ICMI mengajak seluruh tokoh bangsa aktif serta efektif membimbing sekaligus jadi teladan di kehidupan sosial kemasyarakatan mengenai pentingnya kerukunan hidup bersama yang damai untuk kemajuan bangsa Indonesia.
 
Pernyataan ICMI tersebut disampaikan menyikapi tragedi meledaknya bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5), yang menewaskan sebelas orang dan 41 korban luka-luka.
 
Meledaknya bom berlokasi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pentekosta Pusat Jamaat Sawahan dan Gereja Kristen Indonesia Diponegoro. 
 
Sebelumnya, juga terjadi peristiwa kekerasan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pada 9 dan 10 Mei. Ratusan narapidana teroris melakukan perlawanan terhadap petugas dan merampas senjata sitaan.
 
Lima anggota Brimob tewas mengenaskan setelah sebelumnya disandera oleh para narapidana teroris. Sedangkan satu anggota Brimob berhasil dibebaskan oleh narapidana teroris.
 
"Semua insan berada harus mengutuk pengeboman rumah ibadah. Kelompok teroris di manapun harus dihadapi, jika tidak rumah ibadah akan hancur karena kebiadaban," ujar Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie.
 
Jimly mengatakan, kepada pelaku yang mengatasnamakan Islam untuk kekerasannya harus membaca Al Quran surah Al Hajj ayat 40 yang menjelaskan bahwa semua rumah ibadah harus dilindungi karena banyak menyebutkan nama Tuhan, termasuk gereja.
 
"Demikian pula untuk kasus bom di Surabaya. ICMI menyampaikan duka cita yang mendalam. Kita doakan yang terbaik untuk korban dan keluarganya. Dan kita bantu aparat untuk menegakkan hukum sebaik-baiknya juga segera," kata Jimly.
 
Jimly mengimbau, jangan sampai pernah ada dan terjadi lagi kekerasan di Indonesia. Apalagi ulah terorisme yang samoai menghancurkan rumah ibadah, ucap Jimly.
 
"Memasuki Ramadhan 1439 Hijriah, diimbau agar umat Islam tetap tenang dan nyaman melaksanakan ibadah shaum sebagai bukti bahwa ajaran Islam adalah Rahmatan Lil Alamin dan tidak terpancing informasi yang dapat menghancurkan ukhuwah dan persatuan bangsa," tutur Jimly.*

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2018 ICMI | All Rights Reserved