ngaji-algibran.png

Selain Jimly, ICMI Anggap Dua Nama Juga Pantas Dampingi Jokowi

Syahrul Hidayanto 8 March 2018 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) - Tahun 2018 menjadi waktu yang penting dalam perkembangan politik Indonesia ke depan. Oleh sebab itu sebutan pun muncul pada 2018 ini yakni sebagai tahun politik Indonesia.

Mulai dari pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak akan diselenggarakan pada tahun 2018. Sebanyak 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten bakal melaksanakan perhelatan pilkada.

Ditambah lagi menjelang persiapan pemilihan umum legislatif dan Presiden bersama wakilnya. Terhitung sejak tanggal 4 hingga 10 Agustus 2018, partai politik telah bisa mendaftarkan calon Presiden dan wakil yang diusungnya.

Menyikapi jelang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden (pilpres), Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ikut berkontribusi menyampaikan pendapatnya.

Menurut Wakil Ketua Umum ICMI Drs Priyo Budi Santoso, MAP, Joko Widodo (Jokowi) yang telah resmi diusung PDI Perjuangan sebagai calon Presiden mendatang memerlukan wakil yang memilki syarat untuk dapat mendongkrak keterpilihannya.

"Wacana untuk menambah nilai elektabilitas menjadi amat penting," ucap Priyo, di Jakarta, Rabu (7/3).

Dengan penilaian tersebut, Priyo mengatakan, ada tiga sosok yang dianggap layak menjadi pendamping Jokowi ke depan sebagai calon Wakil Presiden. Ketiga nama itu merupakan bagian dari pengurus ICMI saat ini.

Kriteria utama, Priyo mengatakan, yang pantas menjadi calon Wakil Presiden selanjutnya adalah Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie.

"Profesor Jimly itu selain mencitrakan Islam, juga berkualitas untuk bisa menutupi masalah konstitusi kebangsaan," ujar Priyo.

Usulan Jimly dianggap dapat menjadi pendamping Jokowi, menurut Priyo, sebab Indonesia ke depan memerlukan figur yang mampu menutupi serta menyelesaikan berbagai masalah kenegaraan, khususnya hukum dan ekonomi.

Sedangkan dua nama lain yang juga dianggap layak menjadi calon Wakil Presiden pada pilpres 2019 adalah Prof DR Mahfud MD dan Prof DR Din Syamsuddin. Diketahui, Mahfud MD saat ini menjabat Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI dan Din Syamsuddin sebagai Penasehat Majelis Dialog Antar Agama dan Kebudayaan ICMI.

"Kalau Mahfud MD cocok sebab tokoh yang berdiri di luar partai politik," ungkap Priyo.

Lainnya Priyo berpendapat, pada pilpres 2019 akan ada tiga kemungkinan yang muncul dari kontestan calon Presiden. Pertama, ada dua calon Presiden saling berkompetisi, lalu kedua adalah muncul tiga calon Presiden dan terakhir justru hanya calon Presiden tunggal. (mgl/cr)

Artikel Terkait

Anak Muda ICMI Tolak Koruptor Jadi Caleg

Syahrul Hidayanto 17 April 2018

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2018 ICMI | All Rights Reserved