ngaji-algibran.png

Jimly Sebut Nilai Teladan Ulama Mampu Perbaiki Tatanan Politik Indonesia

redaksi 14 February 2018 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof DR Jimly Asshiddiqie mengatakan, nilai teladan ulama harus dibangun dalam politik di Indonesia. Jimly menganggap, situasi politik dalam sistem demokrasi saat ini di Indonesia telah mengalami kemunduran. 
 
“Di tatanan politik, nilai-nilai ulama mulai tergerus. Saat ini banyak ulama hanya representatif, tidak memahami nilai keulamaannya,” kata Jimly, di Jakarta, Rabu (14/2), pada diskusindan kajian Umat Islam dalam Spektrum Politik’.
 
Jimly menjelaskan, nilai teladan ulama memiliki wawasan yang luas, selalu memahami serta membangkitkan kesadaran akan kebenaran dan tidak terpaku pada nilai yang kuantitatif.
 
Jimly menyebutkan, nilai teladan ulama  dapat banyak diperoleh dengan meningkatkan aktivitas di masjid.
 
 “Tugas kita bagaimana masjid menjadi barometer pergerakan umat dalam perubahan ke arah Rahmatan lil Alamin. Cendekiawan dalam nilai ulama akan menjadi pencerahan dalam memberi pengaruh baik politik kita agar tidak menjadi pasar,” ujar Jimly.
 
Jimly mengungkapkan, politikus termasuk ulama sekalipun kini banyak berorientasi pada nilai yang kuantitatif sehingga mengejar posisi jabatan. Padahal, ucap Jimly, jabatan hanya alat, sedangkan yang utama adalah tujuan mulia dan perjuangannya. (mgl/cr)

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2018 ICMI | All Rights Reserved