ngaji-algibran.png

Untuk Kemajuan IPTEK, ICMI Sebut Pemerintah Harus Lebih Fasilitasi Anak Bangsa.

Syahrul Hidayanto 18 January 2018 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) - Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyebutkan bahwa kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terutama pada aspek Informasi dan Teknologi (IT) besar dipengaruhi oleh golongan muda bangsa. Demikian disampaikan Sekretaris Dewan Pakar Pusat ICMI, Teuku Abdullah Sanny saat menjadi perwakilan ICMI dalam Rapat Jajak Pendapat/Saran mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Nasional IPTEK yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Kamis (18/1), di Ruang Rapat Banggar, Gedung Nusantara I, Jakarta.
 
“Indonesia banyak anak bangsa yang pintar di dunia IT, tapi mereka semua kurang terfasilitasi, alhasil mereka semua memilih berkarya diluar negeri” kata Teuku.
 
Teuku mengatakan bahwa kemajuan IPTEK di suatu negara, dipengaruhi oleh golongan mudanya, dimana anak muda yang memiliki potensi besar harus difasilitasi dari aspek sarana maupun pra sarananya. Karena menurutnya, potensi dari golongan muda yang bisa memajukan bangsa melalui perkembangan IPTEK tidak akan tersalurkan tanpa adanya dukungan dari pemerintah.
 
Teuku juga menyebutkan, salah satu langkah yang dapat dilakukan yakni membangun Techno Park atau semacam tempat untuk berkumpulnya para anak muda berbakat dibidang IPTEK terutama pada aspek IT.
 
Selain itu, Teuku juga menyebutkan Indonesia harus lebih fokus kearah digital pada setiap aspek. Jika tidak, kata Teuku, maka Indonesia akan menjadi negara terbelakang dan tertinggal dari negara lainnya. Teuku mencontohkan negara Singapura yang saat ini menjadi negara maju karena hampir setiap aspek kehidupannya berbasis digital.
 
Pada kesempatan yang sama, Akhmaloka selaku Ketua Koordinasi Bidang Pengembangan Ristek, Inovasi, dan Kewirausahaan ICMI menambahkan, pemerintah juga perlu mengatur ulang Undang-undang yang membahas tentang pendanaan dalam melakukan penelitan. Karena menurutnya, Undang-undang saat ini kurang mengatur jelas mengenai hal tersebut.
 
“Cantumkan dengan jelas jumlah dana di Undang-undang untuk penelitian dan pengembangan IPTEK. Misal redaksinya ditambahkan sekian persen dari APBD” kata Akhmaloka.
 
Akhmaloka mengatakan, tidak sedikit anak bangsa yang ditemuinya dapat berkarya dan berinovasi diluar negeri. Namun menurutnya, setelah mereka pulang ke Indonesia, hasrat mereka untuk berkarya dan berinovasi sangat berkurang.
 
Menurut Akhmaloka, hasrat untuk berkarya menurun karena kurangnya campur tangan pemerintah dalam mewadahi golongan muda untuk berkembang. Malah menurutnya, pajak untuk memulai berinovasi di Indonesia yang tinggi membuat golongan muda memilih berinovasi diluar negeri.
 
Menutup kesempatan ICMI dalam memberikan pendapat, Sekretris Jenderal (Sekjen) ICMI Jafar Haf’sah mengatakan bahwa ICMI sebagai tempat berkumpulnya para cendikiawan sangat berperan aktif dalam rana kemajuan IPTEK. Untuk itu, kata Jafar, ICMI akan selalu memberikan masukan kepada pemerintah dalam mengatur kebijakan untuk kemajuan IPTEK. 
 
“Indonesia hari ini bukan negara yang memiliki teknologi maju. Kami harap rancangan undang2 yg mengatur iptek ini, dapat menjadi referensi untuk pemerintah dalam mengatur kebijakan guna stimulus dalam memajukan teknologi kita dgn cepat.” Tutup Jafar.  (mgl)

Artikel Terkait

Anak Muda ICMI Tolak Koruptor Jadi Caleg

Syahrul Hidayanto 17 April 2018

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2018 ICMI | All Rights Reserved