ngaji-algibran.png

ICMI Siap Berikan Solusi Masalah Kebangsaan dan Kesenjangan Masyarakat Berlandaskan Pancasila

Syahrul Hidayanto 9 December 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) - Ketua Dewan Pakar ICMI yang juga Ketua MPR DR Zulkifli Hasan mengatakan, semakin memudarnya pemahaman nilai Pancasila sebagai dasar negara menyebabkan munculnya beragam masalah kebangsaan.

Oleh sebab itu, Zulkifli meminta agar ICMI sebagai organisasi berbasis kaum cendekiawan dan intelektual mampu berkontribusi serta memberikan solusi terhadap persoalan bangsa berdasarkan Pancasila.

"ICMI bisa menjadi jembatan dalam menyelesaikan masalah kebangsaan dengan mengimplementasikan makna Pancasila dalam masyarakat," kata Zulkifli, Jumat (8/12), di Bogor, Jawa Barat, pada pembukaan Silaknas ICMI Tahun 2017

Zulkifli mengatakan, masalah yang kerap dirasakan muncul yakni kurangnya kesadaran mengimplementasikan sila kelima Pancasila sehingga menimbulkan kesenjangan sosial dan ekonomi.
 
Maraknya penyimpangan hukum yang terjadi, ujar Zulkifli, juga akibat faktor kurangnya memahami Pancasila yang berdampak hanya memikirkan kepentingan sepihak.

Sedangkan secara terpisah, di Serpong, Banten, pada pelaksanaan Rapat Pleno II ICMI, Sabtu (9/12), anggota Dewan Kehormatan ICMI, Prof DR Ginandjar Kartasasmita mengungkapkan, tujuan bernegara adalah mewujudkan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia

Menurut Ginandjar, masih munculnya kesenjangan di lapisan kehidupan masyarakat Indonesia berarti membuktikan masih jauhnya dari cita-cita kemerdekaan bangsa.

“Menjadi tugas negara mewujudkan ekonomi berkeadilan untuk menyelesaikan masalah kesenjangan. Namun kita juga harus lihat kesenjangan sebagai sebuah fenomena universal. Hampir semua negara menghadapi masalah kesenjangan, termasuk di negara maju,” kata Ginandjar.

Menurut Ginandjar, kesenjangan dapat dilihat dari dua sisi yaitu absolut dan relatif. Ginanjar mengemukakan, persoalan kesenjangan mulai muncul pada tahun 2012 yang menyentuh angka 41,4 meskipun setelah itu ada penurunan. 

Ginandjar berpendapat, yang perlu diperhatikan dari tingkat kesenjangan adalah siklus antara lainnya, kepemilikan aset, penghasilan, konsumsi dan investasi.  

“Untuk kelompok atas, siklus ini bergerak penuh, dari aset bergerak ke penghasilan, konsumsi, investasi dan kembali ke aset. Sementara pada kelompok penghasilan rendah karena asetnya sedikit atau bahkan tidak ada, maka penghasilan dan konsumsinya stagnan,” ungkap Ginandjar. (MGL/SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved