ngaji-algibran.png

Soal Munculnya ISIS, Begini Analisa ICMI

Syahrul Hidayanto 2 October 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – Kepentingan ekonomi dan politik merupakan alasan munculnya organisasi ISIS yang kini dianggap sebagai bagian kelompok teroris di dunia. Kala itu, mantan Presiden Irak Saddam Husein memanfaatkan sentimen anti Amerika guna bersatu dengan Iran.

Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie menuturkan, di Jakarta, Senin (25/9), kemudian ISIS menggunakan citra Islam untuk menarik simpati. Padahal, ucap Jimly, banyak orang diadu domba di dalam ISIS.

“Masyarakat Irak mayoritas adalah Syiah. Sedangkan Saddam yang garis keras dan otoriter adalah Sunni. Begitu tokoh Sunni dihancurkan, yang menang kan Syiah. Amerika jadi bingung, kenapa malah jadi akrab dengan Iran? Antara pemerintahan pasca krisis malah kolaborasi? Buatlah ISIS. Menggerakan kembali orang-orang Syiah yang kemudian bekas tentara Saddam,” ujar Jimly.

Jimly menjelaskan, ISIS merupakan pengembangan kelompok teroris yang sebetulnya menggunakan label Islam. Jimly mengemukakan, Islam dipakai sebagai merek bersifat kekerasan.

Jimly mengatakan, terorisme adalah musuh bersaman, maka semua negara perlu bersinergi melawan terorisme. Memerangi terorisme, ucap Jimly, merupakan bagian dari orientasi Islam yang damai.

“Munculnya terorisme pertama kali dari isu Palestina. Terorisme yang menjadi musuh bersama. Perang melawan terorisme. Tapi untuk menyelesaikannya, kan harus ke akarnya,” ujar Jimly. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved