ngaji-algibran.png

ICMI: Jangan Tinggalkan Iptek, Imtak dan Kajian Konstitusi di Kampus

Syahrul Hidayanto 11 October 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang diajarkan di perguruan tinggi di Indonesia diimbau agar jangan sampai dibiarkan berkembang tanpa bimbingan moral, iman dan taqwa (imtak). Namun, imtak jangan juga mengabaikan iptek sehingga keduanya seimbang.

Demikian disampaikan Ketua Umum ICMI Prof DR Jimy Asshiddiqie, di Jakarta, Senin (9/10). Selain iptek dan imtak yang perlu selaras, perguruan tinggi di Indonesia juga jangan mengabaikan pendidikan konstitusi. 

Menurut Jimly, saat ini di kampus-kampus sudah muncul pandangan yang tidak rasional mengenai agama dan melupakan konstitusi sebagai pegangan bersama dalam kebangsaan.

“Tapi pada saat yang sama, kita juga mencatat karena politik, alian-aliran politik itu makin beranekaragam sehingga kadang-kadang kita tidak lagi menyadari bahwa bernegara ada konstitusi sebagai pegangan bersama,” ucap Jimly.

Jimly mengingatkan jangan karena  hanya dalih demokrasi, masyarakat Indonesia lantas terjebak kepada kebebasan dan melupakan pembahasan iptek serta imtak. Imtak dan iptek, kata Jimly, harus selalu dipolulerkan.

“Kita juga harus memikirkan pentingnya menjadikan kampus sebagai entry point untuk mengembangkan kerja sama kajian konstitusi. Ada tren di kampus-kampus mulai muncul cara pandang yang tidak rasional mengenai agama atau beragama itu tidak sejalan dengan iptek,” tutur Jimly. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved