ngaji-algibran.png

ICMI: Jangan Hanya Perkuat Hukum, Namun Juga Peradilan Etika

Syahrul Hidayanto 16 October 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – Masalah yang terjadi dalam lingkungan kehidupan diharapkan jangan hanya mengandalkan sistem hukum sebagai solusinya. Namun juga perlu mulai dibangun dan dipromosikan dengan sistem baru yaitu peradilan etika.
 
“Kalau hukum, ujung-ujungnya penjara. Sekarang penjara sudah penuh. Jadi kalau kita menegakan hukum ujung-ujungnya menambah kuota penjara,” ujar Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie pada acara diskusi buku berjudul Penguatan Sistem Pemerintahan dan Peradilan, di Jakarta, Kamis (12/10).
 
Jimly menjelaskan, dalam sistem peradilan etika terdapat pola pembinaan, teguran hingga yang paling ekstrim adalah pemecatan. 
 
“Yang penting dari pejabat publik bermasalah di pecat saja. Masuk penjara soal kedua. Yang penting berhenti dulu. Ke depan, selain memperkuat sistem peradilan hukum, kita juga harus membangun wawasan baru yakni peradilan etika. Supaya akhlak bangsa tidak carut marut seperti sekarang,” kata Jimly.
 
Jimly mengibaratkan, etika sebagai samudera dan hukum adalah kapalnya. Jika hukum berjalan, ucap Jimly, namun etika tidak berfungsi, maka sama saja seperti kapal yang ingin berlayar namun samuderanya kering. 
 
“Jadi samudera etika itu syarat tegaknya peradilan. Bukan hanya jargon tapi harus menjadi kebiasaan. Kalau hukum hanya bicara halal dan haram, benar dan salah. Kalau etika, bicara baik dan buruk juga,” tutur Jimly. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved