ngaji-algibran.png

ICMI: Banyak Sektor Dibenahi supaya Indonesia Jadi Negara Agraris

Syahrul Hidayanto 5 October 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media)  - Masih banyak sektor pertanian yang perlu dibenahi agar Indonesia layak disebut sebagai Negara Agraris seperti doktrin selama ini. Dengan fakta saat ini, ICMI menilai Indonesia belum dapat menyandang predikat Negara Agraris.

Pendapat tersebut dikemukakan Wakil Ketua Umum ICMI DR Sri Astuti Buchari kepada ICMI Media, Rabu (4/10.

“Sejak zaman Bung Karno menjadi Presiden, cita-cita Indonesia menjadi Negara Agraris. Tapi tidak satu juga penerusnya, Presiden dan Menteri bisa menjadikan Indonesia menjadi Negara Agraris,” ujar Sri Astuti.

Sri Astuti mencontohkan, Indonesia bisa belajar mengenai sistem pertanian dan teknologinya kepada negara-negara yang telah maju seperti Belanda, Australia, Amerika Serikat juga Thailand.

“Agraris itu bukan hanya cangkul-mencangkul tapi teknologinya juga dimajukan. Misalnya, mencangkul supaya lebih cepat pakai teknologi mesin apa, kemudian tentang bibit unggul juga, teknologi, pertanian maupun peternakan harus berjalan beriringan,” Sri Astuti menuturkan.

Sri Astuti berpendapat, Pemerintah Indonesia sebaiknya juga memperhatikan penyediaan fasilitas pertanian dan peternakan di desa seperti pembangunan kandang hewan ternak yang nantinya bisa dikelola oleh warga.

“Setiap kabupaten itu kan ada desa-desa yang miskin, di situ disejahterahkan misalnya dengan percontohan pertanian dan peternakan. Pertanian kan meliputi padi, jagung dan sebagainya. Kalau peternakan kan sapi, kambing, ayam dan sebagainya,” kata Sri Astuti. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved