ngaji-algibran.png

ICMI Ajak Konsep Beragama Tidak Hanya Benar dan Salah

Syahrul Hidayanto 12 October 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) - Umat beragama tidak boleh terjebak hanya dalam konteks benar atau salah. Bersikap seperti itu dinilai dapat melemahkan hubungan antar umat beragama di Indonesia.

Menurut Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie, terjebak pada konteks benar dan salah dalam beragama membuat mudah menilai orang lain suka atau tidak sehingga berdampak kebencian.

Apalagi, ucap Jimly, semakin parah  bila hanya diakui oleh kelompok-kelompok tertentu yang merasa paling benar dari sisi apapun.

"Kita harus saling terbuka, seperti pertemuan ini amat saya hargai. Di dunia sekarang ini, kita harus tetap menyadari perbedaan dan saling menghormati," kata Jimly pada diskusi Kebangsaan, Persaudaraan dan Perubahan, di GPIB Zebaoth Bogor, Rabu (11/10) yang diselenggarakan Gereja Protestan se-Indonesia bagian Barat (GPIB). 

Pada kesempatan diskusi, Jimly menjelaskan, ada tiga aspek ajaran agama Islam yaitu akidah (teologi), syariah (hukum) dan akhlak. Jimly menuturkan, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan tidak dapat hanya fokus kepada satu saja. 

"Tetapi sekarang banyak orang yang terjebak hanya mengutamakan syariah, melupakan aspek lainnya," ujar Jimly. (mgl/cr)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved