ngaji-algibran.png

​ICMI: Terbukanya Ruang Bebas Membuat Kekisruhan di Indonesia

Syahrul Hidayanto 30 September 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – ICMI menganggap saat ini sedang muncul rasa khawatir dari sebagian masyarakat mengenai berulangnya sejarah seperti era 1960-an yang membenturkan antara Islam dan Pancasila hingga munculnya Komunisme.

Menurut Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie, di Jakarta, Senin (25/9), kondisi tersebut membuat seolah Indonesia kini sedang dihadapkan dengan kondisi perang dalam negeri.

Apalagi ditambah, kata Jimly, semakin terbukanya ruang bebas yang susah sekali untuk mengontrolnya dalam hal teknologi, komunikasi dan media sosial.

“Sehingga semua orang bisa mengirim dan mendapatkan berita amat cepat. Lalu semua orang jadi Wartawan sendiri-sendiri, tidak perlu Pemred lagi. Bahkan, semua orang seperti jadi Pemred sendiri-sendiri. Punya akun sendiri-sendiri. Semua orang bisa menyembunyikan identitas dengan berbicara bebas,” ucap Jimly.

Jimly menuturkan, masa sekarang seolah sudah tidak ada lagi ruang pribadi dan tak ada lagi kerahasiaan. Jimly berpendapat, ruang-ruang yang ada kini telah semuanya menjadi milik publik karena tak ada lagi batasan bicara eksternal dan internal.

“Hal-hal yang tadinya gaib, sekarang jadi nyata. Semua ini menyebabkan terjadinya kekisruhan yang tidak kita sadari,” ujar Jimly. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved