ngaji-algibran.png

​Turunnya Daya Beli, ICMI: Jaga Iklim Investasi yang Kondusif Solusinya

Syahrul Hidayanto 9 August 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – Tingkat daya beli masyarakat Indonesia sekarang ini dinilai mengalami penurunan oleh beberapa pelaku ekonomi. Berbagai faktor diduga menjadi penyebab terjadinya penurunan daya beli di masyarakat Indonesia.

Misalnya saja, maraknya pola belanja digital, terutama saat Lebaran lalu, kurangnya serapan tenaga kerja formal, efek beruntun banyaknya perusahaan, khususnya industri makanan, yang sedang konsolidasi, tak naiknya secara riil pendapatan masyarakat, maupun lainnya.

Menurut Ketua Departemen Pengembangan Ekonomi Global dan Regional ICMI Prof DR Rina Oktaviani, menurunnya daya beli masyarakat mengakibatkan industri retail dan manufaktur menjadi "gulung tikar."

Rina menjelaskan, bangkrutnya industri retail, secara otomatis ke depannya membuat bertambahnya angka pengangguran.

“Daya beli diukur dengan pendapatan riil, yaitu pendapatan nominal dibagi inflasi. Inflasi bahan pokok pangan  rendah karena diatur pemerintah,” kata Rina kepada ICMI Media, Selasa (8/8).

Rina mengemukakan, inflasi non bahan pangan beras sebab meningkatnya biaya produksi seperti harga listrik, bahan bakar minyak dan air, merupakan bagian pemicu menurunnya tingkat daya beli masyarakat.

“Juga stagnasi teknologi improvement di sektor manufaktur,” ungkap Rina.

Rina berpendapat, guna menyelesaikan persoalan menurunnya kadar daya beli masyarakat, pemerintah perlu terus berupaya menjaga iklim investasi yang kondusif untuk jangka panjang. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved