iklan-baner-euro.gif

​Laju Dunia Global dan Islam

Syahrul Hidayanto 11 August 2017 comments Artikel
Jakarta (ICMI Media) – Bentuk perubahan besar dunia saat ini adalah terjadinya globalisasi yang maha dahsyat. Hal ini menjadikan semua manusia seolah-olah hidup dalam sebuah perkampungan kecil.

Dunia seperti inilah yang dikenal sebagai dunia global yang ditandai tiga karakter terpenting. Pertama, kecepatan yang luar biasa. Kemajuan teknologi, khususnya transportasi dan telekomunukasi, segala sesuatu mengalami kecepatan yang dahsyat. Peristiwa di sebuah kampung terpencil di Indonesia akan diketahui oleh masyarakat di New York, AS.

Kedua, lanjut Ali, saling tergantung antara satu dan lainnya. Hal ini dikenal dengan "interdependence" atau "interconnectedness". Kecepatan dunia transportasi dan telekomunikasi menjadikan dunia kita semakin sempit. 

Batas antar manusia atau kelompok manusia semakin menipis. Bahkan dengan keterbukaan media, khususnya media sosial, batas itu hampir tidak ada lagi. Dalam dunia seperti ini sesungguhnya kita bagaikan hidup dalam sebuah rumah yang sama. Rumah kehidupan, rumah dunia kita bersama. Manusia saling terikat dan tergantung antara satu dan lainnya.

Kemudian ketiga, persaingan yang ketat. Keterbukaan hidup menjadikan manusia membuka mata pada setiap kejadian lainnya. Kegagalan atau keberhasilan sesama manusia menjadi sesuatu yang seolah menyentuh semuanya. Kemajuan sebuah negara seringkali menjadi keresahan negara lain.

Persaingan inilah yang kerap menjadikan manusia kehilangan etika dan moralitas lalu menjadi buas. Perhatikan kehidupan dunia kita dalam segala lini kehidupan saat ini, manusia lemah menjadi mangsa yang kuat.

Ketiga karakteristik dunia global bukan sesuatu yang baru, apalagi asing dalam ajaran Islam. Semuanya sudah menjadi bagian mendasar sejak awal kedatangan risalah Islam. Ayat-ayat Al Quran penuh dengan perintah bergegas, bercepat dan menjadi pemenang. 

Ayat Al Quran Al Imran: "Dan bergegaslah kamu semua kepada ampunan Tuhanmu dan kepada syurga, yang luasnya seluas langit dan bumi yang dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa.". 

Salah satu hal penting dari karakter cepat adalah menangkap peluang dunia global. Contohnya, umat Islam sering kalah cepat menangkap peluang itu. Bahkan di kandang sendiri. Bangsa Cina menangkap cepat bahwa Mekkah menjadi pusat kunjungan berjuta-juta manusia sepanjang tahun.

Cina memproduksi kebutuhan pengunjung itu, bahkan yang bernuansa agama. Termasuk di antaranya tasbih, sajadah bahkan ada informasi mereka akan mencetak Al Quran dan dipasarkan di Mekkah. Inilah kecepatan dunia global yang merasuki jantung dunia Islam.

Demikian pula ayat-ayat tentang saling ketergantungan (interconnectedness) antar manusia dalam Al Quran juga bukan hal baru. Perintah saling mengenal (ta'aruf) dalam rangka saling memahami (tafahum) demi terwujudnya saling menghormati menuju saling kerjasama (ta'awun) merupakan kristalisasi karakter dunia global ini. Dalam dunia global tiada satu orang atau satu kelompok manusia yang bisa hidup tanpa orang lain. 

Ini pula karakter dasar kehidupan jama'i dalam Islam menuju terbangunnya ketakwaan kolektif yang didefinisikan dalam Al Quran sebagai Baldatun Thoyyibah Wa Rabbun Ghafuur.


Penulis: DR. KH. Syamsi Ali (Wakil Ketua Majelis Dialog Antar Agama dan Kebudayaan ICMI)

Artikel Terkait

Rahasia Kecerdasan BJ Habibie

Syahrul Hidayanto 23 March 2017

​MUI, GNPF MUI dan Umat Islam

Syahrul Hidayanto 14 December 2016

Nasehat Untuk Bangsa

Syahrul Hidayanto 31 October 2016

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved