ngaji-algibran.png

‚ÄčKasus Nabi Palsu, ICMI Minta Penyebar Ajaran Sesat Ditindak

Syahrul Hidayanto 10 August 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – ICMI meminta Pemerintah Indonesia bertindak tegas ke berbagai aliran ajaran agama yang dianggap menyesatkan sehingga tidak melahirkan doktrin aneh di kehidupan masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Jenderal ICMI DR Mohammad Jafar Hafsah, Kamis (10/8), kepada ICMI Media, menanggapi munculnya pengakuan seseorang di Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengaku sebagai Nabi masa kini.

Kendati demikian, Jafar mengimbau pelaku pengaku Nabi masa kini tidak dikucilkan di lingkungan bermasyarakat. Namun sebaiknya diperiksa kesehatan jiwa serta mentalnya memiliki gangguan atau tidak.

“Kita harus mempunyai program upaya meningkatan kualitas syariah, keimanan dan aqidah. Yang sesat harus dihentikan oleh pemerintah,” ujar Jafar 

Jafar juga menyentuh pentingnya peran pemuka agama agar bertindak aktif melakukan pendekatan persuasif kepada pelaku ajaran agama menyimpang yang mengaku dirinya Nabi, seperti menasehatinya.

Seorang ibu di Makassar, Sulawesi Selatan, tiba-tiba mengaku bahwa dirinya merupakan penerus Nabi setelah Rasulullah Muhammad SAW dan keturunan Tuanta Salamaka Syekh Yusuf. Sang ibu meramalkan kiamat segera datang dan sebaiknya semua orang berhijrah ke Makassar. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved