ngaji-algibran.png

​ICMI Sebut Patung Dewa di Tuban tak Boleh Dirobohkan karena Paksaan

Syahrul Hidayanto 9 August 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie mengatakan, kasus desakan sekelompok orang meminta dirobohkannya patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen, di Tuban, Jawa Timur, agar menjadi pelajaran sehingga tidak terulang di daerah lain.

ICMI menilai, tidak selayaknya patung tersebut dirobohkan jika memang sudah sesuai perizinan dan mematuhi peraturan hukum. Dengan begitu, ucap Jimly, masyarakat seharusnya mampu menahan diri dan tidak gegabah.

“Kalau sampai dirobohkan tidak boleh karena masyarakat yang berbeda pendapat itu tidak berhak merobohkannya. Jika itu sudah ada izin sesuai dengan peraturan yang berlaku, kecuali memang ada masalah dalam pembangunannya, misalnya tidak ada izin dan sebagainya, baru bisa," tutur Jimly, di Jakarta, Rabu (9/8).

Jimly beranggapan, tokoh-tokoh masyarakat, khususnya di Jawa Timur, sebelumnya dapat saja ikut andil meredakan ketegangan di masyarakat yang ingin merobohkan patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen.

“Tapi ini sudah menjadi pelajaran. Yang sudah, ya sudahlah,” ungkap Jimly.

Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen tercatat dalam rekor MURI karena menjadi patung terbesar di Asia Tenggara. Baru-baru ini, desakan muncul dari sebagian kelompok masyarakat meminta dirobohkannya patung karena tak ada kaitannya dengan sejarah Tuban. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved