ngaji-algibran.png

​ICMI: Pembakaran Sekolah di Palangka Raya Jangan Dijadikan Spekulasi

Syahrul Hidayanto 10 August 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – Ketua Koordinasi Hukum, Advokasi, HAM, dan Lingkungan Hidup ICMI, Ifdhal Kasim, mengungkapkan bahwa Polri sebaiknya hati-hati dalam melakukan proses penyelidikan terhadap pelaku pembakaran sejumlah sekolah di Kalimantan Tengah.

Sejumlah sekolah dasar dan satu setingkat SMK di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu dibakar oleh diduga tiga orang pelaku. Kasus tersebut saat ini telah didalami Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Kalimantan Tengah guna menguak motif pembakaran.

Menyikapi kasus tersebut, Ketua Koordinasi Hukum, Advokasi, HAM, dan Lingkungan Hidup ICMI Ifdhal Kasim, mengungkapkan, kepolisian patut hati-hati melakukan proses penyelidikannya.

Menurut Ifdhal, unsur kehati-hatian bertujuan agar tidak memancing isu yang lain. Ifdhal juga berpendapat, kasus pembakaran sejumlah sekolah di Palangka Raya jangan dipublikasi berlebihan.

“Karena kalau ada spekulasi mengenai pelaku-pelakunya dan identifikasi suku orang yang membakar akan membuat konflik baru,” ujar Ifdhal kepada ICMI Media, Kamis (10/8).

Ifdhal mengimbau, kalangan masyarakat tidak mengeluarkan pernyataan mengenai dugaan sementara motif pelaku dan menunggu saja proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.

Ifdhal menyebutkan, perbuatan pembakaran fasiltas umum adalah tindak pidana yang sudah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan pelakunya harus bertanggungjawab dengan hukuman kurungan penjara. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved