ngaji-algibran.png

Pola Persuasif Efektif dan Mudah Menangkal Radikalisme dalam Pendidikan

Syahrul Hidayanto 3 May 2017 comments ICMINews
Jakarta, (ICMI Media) - Cara persuasif dari para pendidik dinilai menjadi upaya yang mudah dan cepat untuk menangkal masuknya paham radikalisme ke dunia pendidikan.

"Jika mereka melakukan kajian, maka pendidik bisa memanggil salah satu peserta kemudian menanyakan apa saja materi yang dibicarakan. Jangan langsung ditegur, tetapi dengan cara persuasif," kata Wakil Ketua Bidang Pendidikan Tinggi ICMI Prof DR Andi Faisal Bakti kepada ICMI Media, Rabu (3/5).

Bahkan, jika aktivitas yang dilaksanakan juga menyentuh urusan religi umat Islam, seperti majelis pengajian, patut memberlakukan pola persuasif. Menurut Andi Faisal, adanya pengajian atau kegiatan diskusi yang kerap dilakukan mahasiswa di masjid menjadi perhatian khusus pengurus masjid.

"Lebih bagus lagi jika kurikulumnya yang berubah, tetapi mengubah sebuah kurikulum memerlukan waktu lama," tutur Andi Faisal.

Kendati begitu, Andi Faisal berpendapat, kesulitan seperti itu bisa diantispasi para pendidik dengan menyelipkan pola persuasif dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi.

Andi Faisal menilai, salah satu penyebab maraknya kini paham radikalimenya, terutama di lingkungan pendidikan, sebab dipicu seolah-olah pemerintah ikut campur terhadap sebuah proses hukum yang dilakukan.*** (L/CH)

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved