iklan-baner-euro.gif

Zulkifli Hasan: Umat Islam Bersatu Jadi Kekuatan Ekonomi Bangsa

Chamid Riyadi 10 April 2017 comments ICMINews
Jakarta, (ICMI Media) - Konferensi internasional dalam menghadapi sikap radikalisme dan ekstremisme digelar di Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 80 delegasi dari berbagai negara ASEAN dan Timur Tengah hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu. 

Konferensi yang juga dihadiri ratusan ulama muda dan para ahli dari Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, Zulkifli mengajak kepada umat Islam, khususnya di Indonesia, bersatu meningkatkan ilmu pengetahuan dan perekonomian umat. 

Dikutip dari laman Detik.com, perbedaan yang ada di dalam umat, kata Zulkifli, diharapkan tidak diperdebatkan, melainkan bagaimana menyatukan umat Islam yang mayoritas ini menjadi satu kekuatan ekonomi bagi bangsa. 

"Yang berbeda biarlah berbeda, tidak usah diperdebatkan. Tantangan kita adalah bagaimana jumlah umat yang 80 persen ini kita konversi menjadi kekuatan ekonomi," kata pria yang juga ketua dewan pakar ICMI itu, Jumat (7/4/2017).

Selain persoalan ekonomi, tantangan yang dihadapi Islam saat ini terkait dengan ilmu pengetahuan. Sebab, hal ini pulalah yang membuat pamor Islam kini menurun di mata dunia. 

"Suatu bangsa akan maju dan berkembang karena adanya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kekalahan umat Islam adalah di bidang penguasaan IPTEK," ujarnya.

Ketua Penyelenggara Konferensi Persatuan Umat Yusuf Utsman Baisa mengatakan konferensi ini bertujuan menyerukan persatuan untuk melawan pemikiran ekstremisme dan radikalisme. Yusuf juga menekankan pentingnya posisi ahlus sunnah wal jamaah dalam menghadapi pemikiran yang cenderung mengarah ke radikalisme kepalsuan berdakwah. 

"Garis besar dari konferensi ini untuk melawan mereka yang mendukung pemikiran ekstremisme dan radikalisme. Salah satunya dengan mengajak para ulama, baik dari ASEAN maupun Timur Tengah, untuk memberantas pemikiran tersebut melalui cara-cara legal," ucap Yusuf. 

Sebanyak 120 perwakilan ulama dari Indonesia serta 80 delegasi dari negara ASEAN dan Timur Tengah, seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Sudan, hadir dalam konferensi tersebut.*** (T/CH)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved