iklan-baner-euro.gif

Peran Nyata ICMI Ditunggu Umat

Chamid Riyadi 6 April 2017 comments ICMINews
Jakarta, (ICMI Media) - Para intelektual Islam, khususnya yang berada di lingkungan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia), diharapkan mampu mengambil peran-peran strategis dalam membangun kembali peradaban umat, dan citra umat di lingkungan umat Islam di Jawa Barat, Indonesia maupun level dunia dengan berdasar pada Alquran dan Alhadits. Hal itu terutama dalam menghadapi perkembangan pada era globalisasi.

Demikian diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang merupakan Ketua Dewan Penasihat ICMI Jabar pada sambutan Pelantikan Kepengurusan ICMI-Orwil Jabar Periode 2017-2022 ‎di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu 5 April 2017.

Menurut dia, dalam konteks global, konstelasi politik dunia berubah begitu cepat. Dengan kekuatan ekonomi, politik dan media, kekuatan global bukan saja memberikan arah yang positif, namun kadang berbuah hal-hal yang kurang baik, khususnya umat Islam Indonesia. Berbagai kasus yang terjadi, baik di internal bangsa maupun eksternal di berbagai belahan dunia kerap dikait-kaitkan dengan masyarakat Islam.

"Realitas tersebut sungguh memprihatinkan. Karena sebagai umat mayoritas, saat ini umat Islam Indonesia masih dihadapkan pada perpecahan. Selain itu, saat ini kita juga dihadapkan dengan adanya islamophobia (sikap takut berlebihan dari ummat lain terhadap Islam atau memandang Islam dari perspektif negatif), seperti ketakutan ideologi Islam menjelma menjadi ideologi politik, bahkan dikhawatirkan pula menjelma menjadi kekuatan politik,"tutur dia.

Bagai gayung bersambut, lanjut dia, persepsi tersebut seolah didukung dengan munculnya berbagai aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam. Padahal tindakan terorisme tersebut bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, ajaran yang cinta damai, rahmatan lil’alamin. 

Selain itu, kata Heryawan, dewasa ini permasalahan umat yang belum dapat diselesaikan secara tuntas adalah masih banyaknya umat muslim yang berada dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Selain itu, kondisi kenyataan sosial yang melanda generasi muda dan kaum pelajar, seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang dan pergaulan bebas yang banyak diberitakan pada berbagai media, baik cetak maupun elektronik. "Hal ini menandakan, bahwa kondisi umat, saat ini sangat memperihatinkan serta jauh dari nilai-nilai Alquran dan Alhadist.

Pada kesempatan tersebut, Heryawan berpesan kepada segenap keluarga besar ICMI dan pemangku kepentingan terkait untuk merapatkan barisan dan terus mengobarkan semangat untuk senantiasa memajukan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan. 

Pada pelantikan ketua dan pengurus ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat periode 2017-2022, sebanyak 400 orang dilantik dalam kepengurusan dan dewan penasehat ICMI. Sejumlah nama tokoh Jabar ikut di dalamnya. Selain Heryawan yang menjadi Ketua Dewan Penasihat, Deddy Mizwar pun menjadi wakil ketua dewan penasehat ICMI Jabar termasuk Sekda Jabar Iwa Karniwa dan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari. Anggota Dewan Penasihat di antaranya adalah Dede Yusuf Macan Efendi, KH Abdullah Gymnastiar, Netty Prasetyani, Iwan Sulandjana, Didi Turmudzi, Lek Laksamana, dan Haris Yuliana. Selebihnya, pengurus ICMI Jabar pun diwarnai para pejabat Pemprov Jabar.

Dikutip dari laman Pikiran-rakyat.com, Ketua ICMI Jabar Moh Najib menuturkan,‎ periode kepengurusan ICMI saat ini pada dasarnya disemangati oleh tuntutan hadis Nabi SAW mengenai kewajiban mendahulukan kejamaahan dalam susana di mana umat Islam alami krisis di tingkat nasional dan global.

"Muslim minoritas diintimidasi, disiksa dibunuh, diusir. Di mayoritas umat Islam diadu domba difitnah sehingga terjadi konflik perseteruan yang menjadi persoalan perbedaan pendapat dan penafsiran terhadap agama diekspolitasi masif sehingga terjadi perpecahan," kata dia. Oleh karena itu, ICMI berkewajiban untuk membangun agar krisis umat Islam yang sangat masif itu bisa kembali utuh sebagaimana pesan Nabi SAW.

"Yang tidak kalah penting ICMI Orwil Jabar, bagaimana kita lebih merespons persoalan Islam di Jabar. Terkait dinamika politik, sosial, budaya, dan agama. Terutama soal pilkada serentak 2018," ujar dia.

ICMI tetap menginginkan kepemimpinan Jabar ngantri nyakola dan nyunda. Falsapah ini sudah banyak diimplementasikan oleh Gubernur saat ini. Kedepan, karakter tersebut harus terintegrasi dengan falsapah tersebut. "Paling tidak bisa dilanjutkan pada kepemimpinan Jabar di masa mendatang. Pemimpin Jabar harus Muslim. Kriteria lain, sebagaimana normatifnya secara regulasi,"ucap dia.

Dia menambahkan, sikap ICMI ke depan meminta agar pimpinan Jabar tidak melakukan kontrak politik pada konglomerat atau pihak yang berpotensi merugikan umat Islam. "Umat Islam harus lebih berperan kepada setiap dinamika pembangunan sehingga itu yang jadi semangat kita," ucap dia.*** (T/CH)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved