iklan-baner-euro.gif

Mellenium Otak dan Peradaban Indonesia

Syahrul Hidayanto 4 April 2017 comments Catatan ICMI
Jakarta, (ICMI Media) - Otak merupakan permata dari mahkota tubuh manusia. Dengan kekuatan dan keajaiban otak, manusia bisa menemukan berbagai hal yang dapat kita nikmati dewasa ini. Penemuan tersebut, mulai tingkat molekuler atau atom, pengobatan berbagai penyakit, penemuan berbagai teknologi canggih, hingga kemampuan manusia menembus tata surya, bahkan galaksi di masa depan. Itu semua karena peran dari keajaiban otak manusia, sebagai pusat inteligensi, berpikir, berkesadaran, berinovasi, juga atas fungsi otak sebagai pusat penerjemah pancaindra kita.

Bahkan semua sistem organ kita (seperti jantung, pernapasan, usus, ginjal, paru-paru, dll) berada dalam kontrol dan regulasi sistem otak. Ilmu yang mempelajari tentang berbagai fungsi otak dan manifestasinya disebut neurosains. Sehingga neurosains mempunyai cakupan yang sangat luas, yaitu dari tingkat molekular, organ, tubuh, psikologi, hingga sosial kemasyarakatan.

Berdasarkan luas dan mendasarnya peran neurosains di atas, sehingga perlu upaya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya neurosains. Dalam pemahaman neurosains dewasa ini, mulai aspek genetik dan sistem organ, serta networking saraf-saraf di otak. Dalam penciptaan teknologi yang mampu mengiplementasikan gagasan tentang pemetaan otak, yang memberikan gambaran diagram sirkuit otak secara terperinci, dan selanjutnya melahirkan pemahaman fungsional otak secara detail.

Berdasarkan keberhasilan proyek pemetaan genom manusia, yang disponsori Pemerintah Amerika Serikat, dalam memetakan gen-gen manusia secara sempurna. Kesuksesan tersebut akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan umat manusia dewasa ini dan di masa depan.

Keluarbiasaan itu memberikan alasan yang fundamental dan sangat penting, disebabkan semua gen-gen normal yang dibutuhkan untuk menjadikan manusia sehat telah dipahami dengan baiknya. Keberhasilan pemetaan gen-gen tersebut memberi dampak pada dua hal fundamental, yaitu: 1) Ilmuwan akan mampu memodifikasi hasil ini, untuk mempertahankan umat manusia dalam keadaan sehat dan normal, 2) Jika terjadi berbagai kerusakan pada gen-gen yang menyebabkan manusia menjadi sakit, tentunya dengan menggunakan Human Genome Bank, untuk memperbaiki semua kerusakan dan penyakit yang diakibatkan oleh kelainan genetika tadi, dengan metode gene therapy.

Selanjutnya, dalam neurosains, dewasa ini para pakar dan ilmuwan sedang berusaha dan berjuang untuk mengungkap misteri sirkuit pemetaan otak manusia. Pemetaan dalam sirkuit atau networking antara sel-sel saraf di otak dalam menjalankan fungsinya, misalnya: fungsi berpikir, fungsi koordinasi, fungsi regulasi terhadap berbagai organ tubuh lainnya, termasuk dalam hal fungsi leadership, fungsi sosiokultural, dan seterusnya.

Jika pemetaan sistem siskuit neurosains tersebut dapat dituntaskan seperti pada proyek pemetaan gen-gen yang ada di dalam tubuh, maka dampak penemuan tersebut akan berpengaruh luar biasa terhadap kehidupan umat manusia di masa depan.

Contoh pengaruh tersebut berupa kemampuan untuk mencegah dan mengobati berbagai kelainan akibat penyakit-penyakit otak seperti skizofrenia, alzheimer, kecacatan ingatan (memori), autism, parkinson, psychology disorder, hingga kecenderungan-kecenderungan bertindak kriminal, dan dalam aspek sosial, leadership, manajemen, dan seterusnya.

Para ahli di dunia dari berbagai negara telah mengembangkan dan mendorong kemajuan neurosains begitu pesatnya. Kemajuan yang dipimpin oleh ilmuwan-ilmuwan Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan negara-negara maju di dunia yang terhimpun di dalam organisasi internasional Society for Neurosciences (SFN), telah menjadikan neurosains menjadi ilmu modern dan ilmu masa depan, yang secara nyata bisa berimplikasi sangat luas terhadap kehidupan umat manusia.

Menyadari hal tersebut di atas, kelihatannya Indonesia sudah seharusnya dan telah saatnya memberikan fokus dan perhatian besar terhadap pengembangan dan kemajuan neurosains di Tanah Air. Dalam bentuk mengembangkan center-center penelitian, kerja sama antara universitas dalam dan luar negeri, hingga tahap pembentukan Centre Excellence of Neurosciences, pembentukan Brain Research and Services Center, dan tentu saja dibutuhkan pembentukan society atau komunitas neurosains Indonesia.

Suatu hal yang menarik dari pengembangan neurosains di Tanah Air telah dimulai oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dan bekerja sama dengan berbagai center di dunia dalam pembentukan Brain and Circulation Institute of Indonesia. Center-center di dunia yang telah bersedia bekerja sama dalam bentuk Join Research Associate seperti; University of California, Irvine, Los Angeles, San Diego, and Salt Institute di Amerika Serikat, demikian pula Brain Research Center Niigata University Japan, dan Technische Universität Berlin, Germany, dan berbagai pusat keunggulan lainnya. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan neurosains dan peradaban Indonesia. Ditulis oleh Tarurna Ikrar, Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Professor & Dean, Biomedical Sciences, National Health University, California, USA.

Artikel Terkait

Anies Baswedan yang saya kenal

Syahrul Hidayanto 4 April 2017

Imam Shamsi Ali: The American Way

Syahrul Hidayanto 27 March 2017

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved