iklan-baner-euro.gif

Infrastruktur yang Menumbuhkan

Chamid Riyadi 3 March 2017 comments Catatan ICMI
 

Jakarta, (ICMI Media) - Belum pudar riuh publik Yogyakarta terkait megaproyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Proses pembangunannya sudah menggeliat dan ditarget sudah beroperasi pada tahun 2019. Sepekan terakhir, warga diramaikan viral media sosial dan pemberitaan terkait rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Yogyakarta bagian Barat, Utara dan Timur dengan wilayah strategis di Provinsi Jawa Tengah. Yang juga terkoneksi dengan jalan tol di provinsi lain. Sikap pro dan kontra mulai muncul terkait isu pembangunan jalan tol di Yogyakarta, seperti halnya pada saat rencana NYIA digulirkan beberapa tahun lalu. Dinamika yang sangat wajar. Karena setiap pembangunan infrastruktur skala besar dan bersifat strategis nasional akan diikuti dengan munculnya spekulan tanah, pialang paket investasi, dan berbagai reaksi yang bersifat oportunis.

Sementara itu, masyarakat perdesaan sekitar lokasi proyek, yang selama ini menyandarkan ekonomi rumah tangganya pada sektor pertanian dengan basis aset lahan sawah ataupun tegalan menjadi gelisah. Karena tidak yakin mendapatkan nilai tambah dari megaproyek tersebut. Sikap khawatir dari sebagian masyarakat karena ketidaksempurnaan informasi terkait berbagai rencana pembangunan yang tentu berdampak langsung pada masyarakat luas.

Dalam perspektif makro, ada korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dengan ketersediaan infrastruktur dasar. Bank Dunia juga menegaskan arti penting pembangunan infrastruktur yang harus terus dilakukan oleh semua negara. Infrastruktur berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Semua negara selalu fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan konektivitas manusia dan barang. Mulai dari penyediaan air bersih, listrik, energi, hingga transportasi seperti jalan raya, kereta api, pelabuhan, dan bandara.

Riset membuktikan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dijumpai pada wilayah dengan tingkat ketersediaan infrastruktur yang mencukupi. Hal ini sejalan dengan hasil riset Weil (2009) yang menyatakan bahwa disparitas ketersediaan kapital fisik dan human capital berperan dalam menjelaskan adanya perbedaan pertumbuhan ekonomi antar negara. Hal yang perlu dicermati, apakah pertumbuhan makro ekonomi tersebut, pada konteks mikro menyejahterakan masyarakat lokal yang berada di sekitar proyek infrastruktur?

Sekarang ini, pada level global terjadi persaingan antarnegara untuk meningkatkan daya saing. Menjadi wajar berbagai kebijakan ekonomi dikeluarkan oleh tiap negara. Baik kebijakan moneter maupun fiskal, termasuk terus diupayakan penyediaan infrastruktur penopang ekonomi. Terlebih bagi Indonesia, yang secara relatif daya saing tahun 2016 justu menurun dibanding tahun sebelumnya.

Laporan Indeks Daya Saing Global 2016-2017 yang dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia (WEF), daya saing Indonesia menurun dari peringkat ke-37 menjadi 41 dari 138 negara. Salah satu faktornya adalah ketersediaan infrastruktur dasar yang belum memadai. Salah satu yang terus diupayakan pemerintah adalah meningkatkan koneksitas ekonomi antarwilayah dengan pembangunan jalan tol di berbagai provinsi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tidak ketinggalan untuk koneksitas antar pulau sebagai negara maritim dikembangkan konsep ëtol lautí.

Berbagai pembangunan infrastruktur penopang ekonomi seperti jalan raya, bandara, pelabuhan, dan penyediaan energi telah memberi dampak pada peningkatan ekonomi agregat. Meskipun demikian, sudah seharusnya infrastruktur juga mampu menumbuhkan ekonomi dalam konteks mikro. Masyarakat tidak boleh lagi sebagai penonton atas geliat ekonomi akibat masifnya penyediaan infrastruktur.

Guna mereduksi eksternalitas negatif yang diterima oleh masyarakat lokal, maka skenario ataupun grand design pembangunan megaproyek infrastruktur harus disusun dengan pendekatan dua arah. Pendekatan top down sudah terbukti meninggalkan masyarakat dan menjadikannya sebagai korban pembangunan. Pelibatan publik lokal sejak perencanaan menjadi kunci sentral agar pembangunan infrastruktur dapat menumbuhkan nilai tambah ekonomi yang akan dinikmati oleh masyarakat lokal. Ditulis oleh Ahmad Ma’ruf. Pengurus ICMI DIY.

Artikel Terkait

Anies Baswedan yang saya kenal

Chamid Riyadi 4 April 2017

Mellenium Otak dan Peradaban Indonesia

Chamid Riyadi 4 April 2017

Imam Shamsi Ali: The American Way

Chamid Riyadi 27 March 2017

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved