ngaji-algibran.png

Membidik Orang Dewasa Nakal

17 May 2016 comments Artikel

Jakarta, (ICMI Media) - Pada setiap perilaku menyimpang yang dilakukan anak dan remaja, perhatian kita umumnya terfokus kepada anak dan remaja itu sendiri. 

Segera setelah terjadi peristiwa  bullying, perkelahian, pencabulan, perkosaan, pencurian, pembegalan, pembunuhan, mabuk-mabukan, narkoba, serta kejahatan yang dilakukan anak dan remaja, gambaran yang terbentuk adalah berapa muramnya dunia anak dan remaja kita. Tak terkecuali para orang tua merasa khawatir anak-anaknya  terpengaruh dan terancam oleh anak-remaja yang nakal atau tepatnya geng-geng yang suka bikin onar.

Padahal kita semua tahu, anak-anak tidak serta merta menjadi nakal, durjana, kriminal, dan berprilaku biadab. Ada peran orang dewasa yang mempengaruhi anak-anak yang lahir-tumbuh-kembang baik-baik menjadi berpikir-berucap-bertindak serba buruk. Orang dewasa dimaksud adalah orang dewasa nakal (ODN).

Siapakah ODN? Mereka itulah yang memberi peluang anak dan remaja mengakses dan selanjutnya meniru tindakan-tindakan bengal dan jahat.

Dalam praktik, ODN itu memproduksi dan mengedarkan minimum keras, narkoba, dan sejenisnya disamping mengonsumsinya. Anak-anak dibidiknya sebagai pangsa pasar.

Masih dalam praktik, ODN memproduksi dan mengedarkan pornografi dan pornoaksi serta agresivitas dan kekerasan dalam berbagai bentuknya: cetakan, visual, audiovisual, dengan sasaran utama adalah anak dan remaja.

Dalam bentuk ide atau gagasan, kaum liberalis menganggap tindakan ODN sebagai bagian dari ekspresi kebebasan. Bahkan hak asasi manusia. Sebaliknya, tak segan mereka menuding dengan cap fundamentalis kepada yang berupaya membidik pelaku  dan perilaku ODN.

Tindakan ODN juga bisa dilihat pada para pengambil keputusan yang mengizinkan paling tidak membiarkan, menutup mata atas penyebarluasan produk-produk buatan ODN tersebut. 

Para pengambil keputusan ini dalam wujudnya bisa pejabat publik, pengelola media, penegak hukum,  pengelola pendidikan. Dan pada tingkat paling mikro, pengambil keputusan itu adalah orang-orang dewasa di rumah tangga: ayah, ibu, oom, tante, kakek, nenek.

Alhasil, jikalau terulang kejahatan yang dilakukan anak atau remaja, ada baiknya kita juga mengintensifkan dalam menindak pelaku dan perilaku ODN. Untuk tindakan preventif, jauhkan diri dan anak-anak kita dari ODN.

 

Oleh: Prof Dr Ibnu Hamad M.Si,  Anggota Dewan Pakar ICMI dan Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Jejaring Masjid Kampus juga sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia.


Dituliskan kembali : Fasjud Syukroni Editor: Imam Santoso



 

Artikel Terkait

Islam Memerangi Rasisme

Syahrul Hidayanto 22 August 2017

​Laju Dunia Global dan Islam

Syahrul Hidayanto 11 August 2017

Rahasia Kecerdasan BJ Habibie

Syahrul Hidayanto 23 March 2017

​MUI, GNPF MUI dan Umat Islam

Syahrul Hidayanto 14 December 2016

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved