ngaji-algibran.png

Masjid Al Fatih Istanbul, Sebuah Monumen Kisah Kehebatan Wakaf

Redaksi 12 March 2016 comments Artikel
Jakarta, (ICMI Media) - Masjid Muhammad Al Fatih atau Fatih Camii (bahasa Turki,red), dikenal sebagai kompleks masjid besar. Masjid itu dikenal menjadi pusat sebuah kulliye (kompleks) yang luas, terdiri berbagai kegiatan, pusat lembaga pendidikan, klinik, rumah sakit, dapur umum, pasar hingga makam. Salah satunya kemudian menjadi tempat peristirahatan Sultan Al Fatih.

Mengutip dari Hidayatullah.com, selain masjid itu ternyata Sultan Al Fatih juga mendirikan sebuah kompleks imaret (sebuah kawasan terpadu yang menyatukan kegiatan keagamaan dan kesejahteraan umum)

Di era Utsmaniyah, tradisi membangun imaret itu sudah menjadi darah daging. Usman Nuri Ergin, peneliti sejarah Turki, menuliskan bahwa imaret itu berisikan masjid, madrasah, rumah sakit, tempat makan, wisma tamu, makam, puri, bahkan minaret. Semua dimanfaatkan untuk umat.

Prof. Mehmed Mogsudoglu, Guru Besar Universitas Istanbul, Turki, menyebutkan di era itu, kesultanan tidak mengeluarkan sepeser pun untuk pendidikan. Orang-orang kaya Islam membangun madrasah dan memberikan wakaf (toko, bangunan, lahan, kebun buah) untuk lembaga-lembaga ini.

Praktek wakaf tak hanya pada keluarga Utsmaniyah, para penguasa lain seperti wazir juga berlomba satu dengan yang lain dalam menyumbangkan wakaf.

Kala itu dalam dokumen wakaf juga dicantumkan ancaman kutukan Allah dan Rasulullah bagi mereka yang mencoba mengubah dan memutar balik keputusan atas wakaf.

Karenanya cukup pantas, jika Muhammad Al-Fatih mendapatkan julukan “sebaik-baik komandan perang” seperti yang telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam.

Bagi yang sempat berkunjung ke Masjid Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed II), di Istanbul Turki, jangan lupa melihat empat wasiat penting dari Sang Penakluk Konstantinopel, terkait pewakafan masjid al Fatih. Inilah isi wasiatnya yang terpampang dekat pintu masuk sebelah kiri masjid al-Fatih.

Inilah Isi Wasiat Sang Penakluk Konstantinopel Di Masjid Itu
  1. Ditugaskan/ditunjuk 10 Hafiz Quran utk membacakan Al Quran  setiap hari Jum'at sebelum sholat Jum'at.
  2. Ditugaskan / ditunjuk 20 orang sholeh untuk mengkhatamkan Quran setiap hari ba'da sholat subuh.
  3. Ditugaskan / ditunjuk 20 orang sholeh untuk membacakan 70.000 kali Kalimat Tauhid  setiap hari ba'da sholat subuh.
  4. Ditugaskan / ditunjuk 10 orang sholeh untuk membacakan  10.000 kali shalawat kepada Junjungan kita Baginda Rasulullah setiap hari ba'da sholat subuh.

Oleh : Imam Santoso, Redaktur Pelaksana ICMI Media

Artikel Terkait

Islam Memerangi Rasisme

Syahrul Hidayanto 22 August 2017

​Laju Dunia Global dan Islam

Syahrul Hidayanto 11 August 2017

Rahasia Kecerdasan BJ Habibie

Syahrul Hidayanto 23 March 2017

​MUI, GNPF MUI dan Umat Islam

Syahrul Hidayanto 14 December 2016

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved