ngaji-algibran.png

Aries Muftie: Tidak Ada Alasan Indonesia Emas Tak Akan Terwujud

Redaksi 16 March 2016 comments Desa Emas

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Koordinasi Pengembangan UMKM dan Pembangunan Pedesaan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Dr Aries Muftie,SH.SE, menegaskan untuk saat ini tak ada lagi alasan mengatakan bahwa Indonesia Emas tak akan terwujud karena pemerintah telah memberikan berbagai kelonggaran bagi pengembangan desa.

"Maka tidak ada alasan untuk mengatakan Indonesia Emas tidak akan terwujud, dan nikmat mana lagi yang kau dustakan," kata Aries Muftie melalui pesan singkat yang diterima ICMI Media pada Selasa malam (15/3) usai menghadiri peluncuran OJK-Proksi di Jakarta.

Menurut Aries, keyakinan itu muncul  karena dirinya melihat itikad pemerintah untuk membuat pricing lebih murah dan terjangkau, serta infrastuktur keuangan di desa yang mulai terbentuk. "Termasuk pula capacity building dari semua elemen khususnya Proksi OJK, juga pengawasan dari BI dan OJK sudah berjalan. Ada juga faktor Dana Desa pertahun lancar tepat sasaran, baik jumlah maupun manfaatnya," kata Aries.

Ia juga mengutip pernyataan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad yang mengatakan sesuai survey 2011 dari literatur keuangan dan akses keuangan di Indonesia khususnya perdesaan sekitar 21,4 persen untuk usia produktif di atas 15 tahun. Sementara itu, Survey World Bank untuk dunia sekitar 38 persen untuk usia di atas 15 tahun bagi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah, lanjtnya.

"Indonesia adalah tempat belajar Lembaga Keuangan Mikro, seperti dari India, Grameen Bank dari Bangladesh dan lain-lain. Sejarah LKM di Indonesia sudah lebih dari 100 tahun mulai dari politik etis Hindia Belanda dengan Lumbung Desa-nya, kemudian tahun 1890 dimulai oleh swasta," papar Aries.

Karena itu, wajar jika OJK berkeinginan agar semakin inklusif dan juga bunganya atau marginnya makin rendah untuk MBR, demikian menurt Aries. Bahkan saat ini, sekitar lebih dari 600 ribu LKM ada di Indonesiaa sehingga OJK melakukan launching OJK-PROKSI. katanya lagi.

"Allhamdulillah mimpi ABSINDO sejak kongres I di Tamini 2005 mulai terwujud karena Proksi OJK ini sesungguhnya adalah embrio dari Apex karena tupoksinya sebagian adalah tupoksi Apex BMT atau LKMS," ungkap Aries.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Penasehat ICMI saat launching Pusat Pengembangan Keuangan Mikro Dan Inklusi Keuangan OJK memaparkan, bahwa Inklusi berarti tidak ada batas.

"Menurut JK, saat ini di Indonesia 1 persen penduduk menguasai aset lebih dari 50 persen. Dengan kata lain yang 99 persen menguasai kurang dari 50%. Inilah sebabnya perlu Inklusi dimana yang lemah seharusnys lebih mendapatkan pelayanan keuangan yang murah bukan yang kuat, karena yang kuat tidak perlu dibantu," ujar Aries.

Karena itu menurutnya, Bunga UKM harus lebih rendah daripada bunga Usaha Besar. Karena dalam pandangannya, saat krisis 1998 yang bertahan dan menyelamatkan ekonomi adalah UKM, dan saat itu menurutnya banyak artis alih usaha jadi UKM dengan mendirikan Cafe Tenda Semanggi.

"UKM sebenarnya bisa beli kios, namun karena bunganya mahal maka hanya sanggup untuk sewa kios. Karena itu hiduplah dari pertumbuhan ekonomi bukan dari pertumbuhan bunga. Karena itu BI dan OJK kebijakannya harus ke arah itu. Pemerintah saat ini sudah ke arah itu dan dengan IT seharusnya bisa jadi lebih murah, itu kata Wapres," pungkas Aries.***L/IS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved