iklan-baner-euro.gif

Aries Muftie: Sharing Economy Adalah Inti Ekonomi Syariah

Redaksi 28 March 2016 comments Toko ICMI

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Koordinasi Bidang Pengembangan UMKM dan Pembangunan Pedesaan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Dr Aries Muftie SH, SE, menegaskan bahwa konsep Sharing Economy yang sedang hangat dibicarakan masyarakat, adalah inti dari ekonomi syariah dalam Islam.

"Sharing Economy adalah inti dari Ekonomi Syariah. Tehnologi itu hanya cara untuk sharing-nya dan cara itu akan membawa maslahah hanya bila memenuhi maqashid sharia," kata Aries Muftie pada Minggu (27/3) melalui pesan elektronik yang diterima ICMI Media di grup diskusi ICMI.

Menurutnya, untuk memenuhi kisi-kisi itu hanya tinggal mengecek saja apakah bisnis modelnya memenuhi formula TSR atau Tawhidi String Relation.

"Secara sederhananya adalah cek MaGHaRiB. Apakah Maysir (bersifat judi), Gharar (bersifat spekulasi), Haram, Riba, Bathil (merugikan dan menzalimi atau corrupt menyebabkan kerusakan karena melanggar norma dan etika yang ada). Jadi review juga aturan yang ada misal wajar tidaknya Blue Bird besar jadi konglomerat sektor taxi. Percuma PBV-nya bagus sementara ribuan supirnya menderita," kata Aries yang juga merupakan salah satu anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu.

Ia juga menjelaskan, bahwa di malaysia 30 persen sahamnya sudah harus di jual ke PNB untuk redistribusi aset produktif ke orang miskin dalam bentuk Amanah Saham Nusantara.

"Kalau di Eropa dan Amerika, malah sudah harus ESOP.
Cek juga yang online, apakah penentuan harganya wajar atau tidak mengikuti mekanisme pasar yang berakhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan Nabi, apakah tidak ada asimetrik informasi?, terang Aries.

Karena menurutnya, harga yang tinggi atau harga yang rendah boleh saja asal sesuai mekanisme pasar yang berkeadilan. Ia mencontohkan produk telekomunikasi "pager" yang mati karena munculnya Handphone dengan SMS. "Lalu muncul BB, lalu WA dan entah apa lagi nanti. Tukang pos surat saja sudah nganggur karena adanya email dan lain-lain," lanjut Aries.

Aries juga menjelaskan, bahwa semua fenomena ini menurutnya sudah ada dalam Al-Quran Surat Al-Anbiyaa ayat 105. "Sebagaimana yang sering KH A Yazid katakan, bahwa dunia hanya diwariskan kepada hamba-Nya yang saleh. Saleh itu sifat para Nabi yaitu Sidik, Amanah, Tabligh, Fathonah dan Maslahah. Saleh itu pas, sesuai, tepat. Yaitu Tepat dengan keinginan masyarakat, tepat guna, tepat tehnologi, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat manfaat, tepat halal dan thayibnya dan tepat-tepat lainnya," lanjutnya.

"Jadi, indikatornya adalah siapa yang paling memberikan nilai tambah atau maslahat atau rahmatan lil alamin maka dialah yang akan dipilih dan jadi pemenangnya. Yang terpenting seperti yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, adalah memperhatikan kandungan Surat Al-Maun. Karena itu, bisnis modelnya harus peduli Dhuafa. Lalu sebagaimana dalam Surat Al Hasyr, jangan sampai aset itu beredar hanya di segelintir orang saja (konglomerat)," pungkas Aries. ***L/IS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved