ngaji-algibran.png

ICMI : Kami Akan Fokus Kembangkan Sistem Ekonomi Wakaf

Redaksi 10 February 2016 comments Bank Wakaf

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH., mengatakan, ICMI akan memfokuskan gerakan ekonominya pada sistem ekonomi berbasis wakaf. Menurutnya, sistem ekonomi yang inovatif dan berbasis wakaf dapat berkembang sebagai bentuk alternatif dari perekonomian konvensional yang hanya mengutamakan laba.

"Kami ingin mengembangkan sistem ekonomi wakaf," kata Jimly dalam acara Pengukuhan dan Rakernas Pengurus ICMI Periode 2015 - 2020 pada Rabu (10/2), di Menara 165 Jakarta.

Jimly mengingatkan bahwa produk perundang-undangan terkait dengan wakaf telah hadir sejak 2004. Namun, hal tersebut dinilai belum didukung oleh gerakan nasional yang sifatnya masif.

Terkait dengan produk legislasi, dia mengatakan bahwa saat ini selain UU Wakaf juga ada aturan hukum lainnya, seperti UU Yayasan dan UU Perusahaan Terbatas (PT). Untuk yayasan, menurut Jimly, banyak yang telah menerapkan konsep wakaf. Akan tetapi, hal yang sama masih belum ditunjukkan oleh badan hukum berstatus PT.

"Hubungan wakaf dan PT masih belum ada inovasi sistem hukumnya," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Oleh karena itu, Ketum ICMI mengemukakan alangkah baiknya bila ditemukan produk hukum yang inovatif sehingga perusahaan saat ini dapat dibedakan antara commercial enterprise (perusahaan komersial) dan social enterprise (perusahaan sosial).

Perbedaanya terletak pada perusahaan komersial memberikan manfaat dividen atau laba kepada shareholders atau pemegang saham, sedangkan perusahaan sosial memberikan manfaatnya kepada seluruh pemangku kepentingan. "Wakaf yang produktif berdampak pada kondisi sosio-ekonomi Indonesia," katanya.

Sejak Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI di Gorontalo tahun 2014 silam, ICMI sudah mengeluarkan program unggulan berbasis wakaf, yaitu Bank Wakaf. Gagasan itu muncul karena ICMI melihat tidak adanya bank yang sepenuhnya bisa mengakomodir permodalan bagi UMKM yang dianggap tidak masuk kriteria penerima pinjaman bank. Diharapkan, dengan adanya Bank Wakaf tersebut, UMKM seperti penjual asongan dan pedagang kecil yang tak terbantu oleh bank komersil dapat dibantu.

Pendirian Bank Wakaf itu sendiri, direncanakan akan tetap berjalan meski tidak diinisiasi secara langung oleh Presiden Joko Widodo, sebagaimana Presiden Soeharto mengawali pendirian Bank Muamalat Indonesia di Istana Bogor dulu.
(Baca: Pendirian Bank Wakaf Tak Andalkan Presiden Jokowi )***L/IS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved