iklan-baner-euro.gif

Zainulbahar Noor: Presiden Jokowi Diharap Jadi Prime Mover Bank Wakaf

Redaksi 6 January 2016 comments Bank Wakaf

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bank Wakaf ICMI, Dr. Zainulbahar Noor berharap Presiden Joko Widodo dapat menjadi "Prime Mover" atau penggerak utama dari pendirian Bank Wakaf yang digagas oleh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) sejak Silaknas di tahun 2014 silam.

"Saya yakin sekali, jika perihal pendirian Bank Wakaf ini kita ajukan kepada kepada Presiden Jokowi dan memintanya menjadi "Prime Mover" seperti dulu dilakukan oleh Presiden Soeharto saat mendirikan Bank Muamalat di Istana Bogor, maka Presiden akan bersedia," ujar Zainulbahar kepada ICMI Media pada Rabu (6/1) di grup ICMI.

Optimisme Zainulbahar yang juga duduk di Wakil Ketua Baznas Pusat itu, berangkat dari tindakan Presiden Jokowi yang membentuk dan mengetuai sendiri Komite Keuangan Syariah pada Selasa (5/1) di Istana Negara, Jakarta, bersama Kepala Bappenas Sofyan Jalil dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D Hadad.

"Karena itu, saya minta ICMI menyampaikan kepada Presiden rencana pendirian Bank Wakaf ini seraya mengundang Badan Wakaf Indonesia plus semua Lembaga Wakaf dan Aghnia Indonesia seperti halnya Pak Harto dulu," pinta Zainulbahar.

Secara khusus, tokoh senior yang turut mendirikan ICMI sejak di Malang ini mengucapkan terima kasihnya kepada Kepala Bappenas, Ketua OJK. "Dan juga khususnya kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah ikut membentuk dan mengetuai sendiri Komite Keuangan Syariah tersebut," tambahnya.

Karena itu, kepada Ketua ICMI yang baru, Prof Dr. Jimly Asshiddiqie, Zainulbahar meminta agar rencana pendirian Bank Wakaf tersebut segera dimulai kemabli dengan serius.

"Saya juga sangat berharap dan merindukan dukungan Ketua OJK, Bapak Muliaman D Hadad. Saya rasa juga Pak Jimly (Ketum ICMI) memiliki feeling yang sama dengan yang saya rasakan," pungkas Mantan Dubes Indonesia untuk Yordania itu.

Dalam rapat soal dewan pengembangan ekonomi syariah Selasa (5/1), Presiden Joko Widodo menginginkan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kontribusi perbankan syariah dalam percepatan pembangunan perekonomian nasional.

Menurut Presiden, sekarang tengah terjadi pelambatan ekonomi global. Alhasil, berdampak kepada perekonomian negara.

Dia menilai, perkembangan sektor jasa keuangan syariah masih sangat prospektif. Artinya, masih menjanjikan untuk dikembangkan.

"Hal itu tercermin dari pertumbuhan perbankan syariah, reksa dana syariah, peningkatan industri nonbank syariah," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/1) seperti mengutip dari The Financial.***L/IS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved