iklan-baner-euro.gif

Pendirian Bank Wakaf Tak Andalkan Presiden Jokowi

Redaksi 25 January 2016 comments Bank Wakaf

Jakarta, (ICMI Media) -  Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bank Wakaf Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Dr Zainulbahar Noor, menyatakan, proses pendirian Bank Wakaf akan semakin diperkuat dan dipercepat tanpa mengandalkan Presiden Joko Widodo harus menjadi prime mover (penggerak utama).

"Presiden Jokowi akan dihubungi setelah semua persiapan rampung. Jalan kita untuk terus memproses pendirian Bank Wakaf (BW) semakin tergariskan dengan tegas  pada rapat Tim POKJA hari Jumat (22/1) di Al-Azhar kemarin," ujar Zainulbahar dalam keterangannya kepada ICMI Media.

Zainul menyatakan, bahwa dalam rapat terakhir Tim Pokja BW yang dihadiri oleh Ketua Umum ICMI Prof. Jimly Asshiddiqie dan Dr. Sugiharto.sudah sangat konkrit. 

"Dalam rapat itu, selain keputusan percepatan pendirian BW tanpa mengandalkan Presiden, juga telah disepakati dan diputuskan salah satunya adalah opsi bentuk BW lebih diarahkan ke Lembaga Keuangan Bukan Bank," terang Zainulbahar.

Menurut pendiri Bank Muamalat itu, keputusan itu merujuk pada pandangan dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Muliaman D Hadad saat audiensi Tim Pokja sebelumnya.

"Opsi Lembaga Keuangan Bank Umum Syariah (LKBUS) belum dapat bulat disepakati karena akan menghadapi terlalu banyak ketentuan yang cukup rigid. Namun menurut saya inilah hal terberat, yaitu memastikan pertambahan pengumpulan wakaf uang dapat mengejar tuntutan tambahan modal yang terus berjalan," jelas Zainul.

Sementara itu, fixed modal awal dan pertambahan modal bersumber dari dana wakaf uang dengan pemegang saham total bukan korporasi atau individual tetapi hanyalah lembaga-lembaga wakaf seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan lainnya.

Keputusan lainnya disebutkan Zainul, dalam hal jumlah wakaf uang untuk modal setor awal dapat tercapai Rp 1-T lebih, BW akan dalam bentuk BUS baru, namun kecendrungannya adalah mengambil alih bank umum yang ada, karena jika terkait masalah kecepatan pengumpulan wakaf-uang cukup hanya Rp500-Miliar-an dan proses pendirian dan pengoperasiannya lebih sederhana.

"Adapun posisi ICMI sebagai pemegang saham, akan diwakili oleh Lembaga Wakaf ICMI dengan mendaptkan golden share, dalam kedudukan sebagai pemegang saham kendali. Untuk itu diharapkan ICMI menyegerakan pembentukan Lembaga Wakaf ICMI," kata Zainul.    

Saat ini menurutnya, yang terpenting dilakukan adalah mematangkan FS yang saat ini dalam bentuk Paper Work berisikan hal yang diajukan serta langkah pengoperasian BW untuk juga diteruskan ke BWI, Lembaga-lembaga Wakaf, calon-calon wakif, calon-calon pemegang saham wakaf uang.

"Namun demikian, Pak Dr. Sugiharto ingin kita tetap meneruskan proposal ke IDB agar iDB dapat mendanai FS Bank Wakaf ini secara utuh,"pungkas Zainulbahar. ***L/IS/R1 

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved