iklan-baner-euro.gif

Muktamar VI Diminta Bahas Peran ICMI Dalam Skala Dunia Islam

Redaksi 2 December 2015 comments Toko ICMI

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, Prof Dr Jimly Asshiddiqe meminta agar Muktamar VI ICMI di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 11-13 Desember 2015 mendatang membahas permasalahan dunia Islam dan tak hanya isu lokal nasional.

"Nah jadi konflik dunia Islam tersebut sekaligus juga tantangan bagi kaum Muslim Indonesia, ICMI harus memainkan peran yang lebih penting. Oleh karena itu, di Muktamar nanti itu selain kita melihat masalah nasional, lokal, tapi juga positioning kita terhadap dunia Islam harus diperhatikan, karena ini soal serius," ujar Jimly kepada ICMI Media beberapa waktu lalu di Jakarta.

Selain itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini sangat berharap, ICMI ini bukan hanya ada karena sekedar warisan sejarah. "Tapi peran ICMI dalam sejarah itu jangan hilang, karenanya kedepan peran kita (ICMI-red) sangat penting sekali," tegas Jimly.

Diungkapkan Jimly, bahwa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi soal pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 yang serentak akan membawa pengaruh bagi kaum intelektual seperti ICMI.

"Maksudnya, kita sebagai organisasi Cendekiawan harus membaca juga hal tersebut sebagai tanda-tanda sunnatullah. Lihat ke arah mana bergeraknya, supaya kita bisa berpartisipasi dengan tepat kedepannya," kata Jimly

Menurut mantan Ketua MK itu, situasi itu memang akan membuat peranan dari partai makin meningkat dan kuat. Namun menurut Jimly, peranan social institution-nya atau organisasi insfrastruktus sosial itu juga tak kalah pentingnya.

"Jadi semua organisasi, sampai organisasi politik pun itu akan menjadi penting sekali, nanti kita melihat Munas-Munas, Muktamar-muktamar akan diperebutkan, dan itu buah konsekwensi dari kompetisi politik tersebut, layaknya pasar bebas juga," ungkap Jimly.

Karena itu ia menjelaskan, ICMI pun bakal dituntut keadaan itu untuk siap. "Jadi apa yang kita bicarakan ini (soal ICMI akan membudayakan musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan dan menghindari voting-red) memang cocok dengan situasinya," kata Jimly.

Melihat perkembangan berbagai Ormas Islam yang sukses dengan pemilihan pengurusnya, Jimly merasa bersyukur. "Jadi alhamdulillah, Muhammadiyah sudah menemukan polanya sendiri bahkan sejak lama, MUI juga sudah sukses, tapi di NU kan masih seperti pemilihan di partai. Jadi ICMI harus menghindar dari pola-pola semacam partai politik seperti itu," pungkas Jimly. ***L/IS/FS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved