iklan-baner-euro.gif

Ketum ICMI: Kerja Profesional Itu Ciri Cendekiawan

Redaksi 20 December 2015 comments Toko ICMI

Jakarta, (ICMI Media) - Bekerja secara profesional adalah salah satu ciri kaum cendekiawan, demikian ditegaskan oleh Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie.

"Menurut Montesquieu, cabang kekuasaan ada 3: Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Tapi itu teori kuno. Pada abad ke-20, cabang kekuasaan itu menjadi 4: Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, dan Media. Tapi sekarang teori itu pun sudah kuno. Kini sudah dalam arti luas. Masyarakat Madani (Civil Society) tampil bersama Negara (State), Dunia Usaha (Market), dan Media," demikian ungkap Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat Periode 2010 -2015, Jimly Asshiddiqie dalam Pidato Utama Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI, Lombok, Nusa Tenggara Barat lalu.

Maka itu menurut Jimly, seorang presiden senantiasa membutuhkan sumbangsih dan memperhitungkan kerja kelompok profesional, masyarakat madani, organisasi masyarakat Islam khususnya, selama kita berkualitas.

“Seorang presiden memperhitungkan kerja kelompok profesional untuk negara berkembang. Jadi kaum intelektual pasti diperhitungkan. Yang penting kita sebagai intelektual bermutu. Bukan hanya mutu pemikiran, tapi punya track record dalam bekerja. Karena Bangsa ini membutuhkan orang yang terbukti bisa bekerja. Kita sebagai ICMI kerja saja. Jadilah professional di bidang masing-masing, dan Innallaha yuhibbu idza ‘amila ahadukum an yuthqinahu. Allah ta’ala mencintai seseorang, apabila dia bekerja, ia kerjakan dengan sebaik-baiknya. That is professional. Itu ciri ICMI,” jelas Jimly.

Salau satu bentuk keprofesionalitas adalah mendukung penegakkan hukum yang beriringan dengan etika. Hari ini, lanjut Jimly, hukum sedang tumpul dan etika tidak bekerja.

“Hukum kita sekarang, yang kita harapkan mengendalikan perilaku publik, sedang tumpul. Etika pun tidak bekerja. Maka hukum dan etika sama-sama tidak bekerja. Padahal tegaknya hukum memerlukan berfungsinya etika. Ketua Mahkamah Agung Amerika, Earl Warren berkata: in civilized life, law floats in a sea of ethics. Hukum itu mengapung di samudera etika. Maksudnya, hukum tidak mungkin diharapkan tegak menghadirkan keadilan, kalau etika dalam masyarakat itu tidak berfungsi. Hukum tidak akan mungkin bekerja tegak kalau ahlaq bangsa ini tidak berjalan,” imbuh Jimly yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).***L/IS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved