iklan-baner-euro.gif

Dengan Political Will Pemerintah, Bank Wakaf Akan Tutup HLN Indonesia

Redaksi 26 October 2015 comments Bank Wakaf

Jakarta, (ICMI Media) - Melihat arah Kebijakan Ekonomi Jilid V yang mulai melirik bidang keuangan syariah, Pendirian Bank Wakaf yang digagas oleh Pokja (kelompok kerja) Bank Wakaf Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) diyakini bakal mampu menutup hutang luar negeri (HLN) Indonesia, serta pinjaman modal asing dan kebutuhan permodalan lainnya jika pengelolaannya berjalan secara benar.

"Bahkan, Bank Wakaf ini nantinya akan mampu menggantikan PMDN serta kredit perbankan bagi usaha mikro di Indonesia," ujar Kepala Pokja Bank Wakaf ICMI, Dr. Zainulbahar Noor kepada ICMI Media pada Senin (26/10) di Kantor Baznas Jakarta.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina ini melihat, perlunya Bank Wakaf untuk didirikan di Indonesia dari sudut besarnya jumlah dana investasi yang dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali mencapai 8 persen (Rp. 26.557 triliun selama masa RPJMN 2014-2019).  

"Dari jumlah tersebut Rp. 22.534 triliun merupakan investasi yang diharapkan dari masyarakat, sedangkan pemerintah hanya mampu menyediakan dana investasi sebesar Rp. 4.023 triliun," jelas Zainulbahar yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Baznas Pusat. 

Tokoh yang ikut mendirikan ICMI sejak di Malang itu menggambarkan, jumlah dana yang dihimpun dari masyarakat untuk menutup kebutuhan itu bisa diperkirakan terpenuhi dengan konsep Bank Wakaf atau Bank ZIS itu. "Jika seorang muslim perhari menyumbangkan Rp 1.000 x 365 x 4 tahun x 20 juta (10 persen total penduduk muslim Indonesia), maka jumlah yang terkumpul selama itu bisa mencapai  Rp 29.200 Triliun," jelas Zainulbahar.

Menurutnya, analisa itu juga disetujui oleh 2 ahli keuangan Bank Indonesia, Aviliani dan Sutomo. Kesimpulannya, bahwa diperlukan alternatif pengumpulan dana investasi dari dana keagamaan, yaitu dana Wakaf Uang.

Zainulbahar juga mengetengahkan besarnya potensi wakaf uang dalam proyeksi penelitian mantan Menteri Agama, Prof. Dr. AM Syaifuddin dan Dr. Mustafa Edwin Nasution serta hasil penelitian IDB bersama IAIN Syarif Hidayatullah, yang memaparkan bahwa wakaf uang termasuk dalam daftar potensi yang dapat menggantikan diantaranya Utang Luar Negeri, PMA, PMDN, dan Kredit Perbankan.

"Ya memang, meskipun proyeksi dana Wakaf Uang tidak dapat menggantikan 100%," ungkap Zainulbahar.

Karenanya, inilah alasan yang memperkuat tekad ICMI melalui penegasan di dalam SILAKNAS ICMI Gorontalo 5-7 Desember 2015 untuk melaksanakan 2 proyek unggulan: Pendirian Bank Wakaf dan Satu Desa Satu Baitulmal Wattamwil.

"Arahnya sangat tegas membantu UMKM. ICMI ingin memastikan UMKM untuk ikut mendominasi perekonomian kota dan perekonomian nasional," tegas Zainulbahar.

Dr Zainulbahar Noor adalah seorang ahli yang meraih gelar Doktoral bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah dari Islamic Economics and Finance (IEF) di Universitas Trisakti. Ia diamanahkan memimpin Pokja Bank Wakaf oleh Presidium ICMI sejak Silaknas ICMI 2014 di Gorontalo. ***L/IS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved