ngaji-algibran.png

Aries Muftie: Wujudkan Desa Emas Butuh 5 Pilar

Redaksi 22 October 2015 comments Desa Emas

Jakarta (ICMI Media) - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) SDSB ICMI Prof. Dr. Aries Muftie, mengatakan bahwa untuk mewujudkan Desa Emas seperti tujuan SDSB, diperlukan 5 (lima) pilar yang akan menunjang terwujudnya hal tersebut.

"Tarrgetnya, tahun 2015 nanti setiap desa memiliki satu BMT atau one village one BMT (OVOB). Semoga, OVOB ini bisa menjadi bagian desa EMAS atau Enterpreneur, Mandiri, Aman, dan Sejahtera," kata Aries Muftie, kepada ICMI Media pada Kamis (22/10).

Menurut ketua Umum Asosiasi Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) se-Indonesia (Absindo) ini, untuk mewujudkan itu semua perlu 5 pilar. Antara lain; pertamaadalah bina akhlak, yang diajarkan dan diterapkan sasarannya terkait pengelolaan SDA yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan bahkan seharusnya melestarikan.

"Kedua, adalah Bina Saudara, sehingga semua warga desa setelah akhlak atau karakternya diperbaiki, maka mereka harus bersaudara dan dibuat kelompok usaha bersama," terang Aries.

Dengan demikian, dalam hal kelompok kehutanan atau kelompok kebun, mereka diajarkan cara mengelola kebun dan hutan yang baik secara gotong royong dan ta'awun atau tanggung renteng. Termasuk jimpitan dan membuat dana trust fund.

"Yang ketiga, adalah Bina Sinergi. Setelah mereka merasa bersaudara dan berkelompok sesuai fokus usahanya, selanjutnya disinergikan dengan membentuk Koperasi yang beranggotakan seluruh warga desa atau minimal seluruh KK di desa tersebut," jelas Aries.

Menurutnya, dari kelompok-kelompok tadi akan menjadi SBU Koperasi Desa. KopDes ini menjadi Koperasi Plasma yang bermitra dan sinergi dengan BUMS atau BUMN sebagai inti, dimana di industri hilir plasma memiliki share sebesar maksimal 40% sementara di hulu khususnya pengelolaan tanah, hutan, dan kebun 80% dikelola oleh plasma atau rakyat.

"Jadi inti atau konglomerasi hanya boleh 20% mengelola kebun atau hutan sebagai contoh atau demplot. Jadi bila korporasi kebun atau hutan meningkat maka otomatis plasma atsu kopdes juga meningkat, oleh karenanya rakyatpun terangkat," katanya.

Keempat, adalah Bina Dana, kata Aries. Setelah antara KopDes dengan BUMN dan BUMS bisa sinergi maka perlu dana dan investasi, lanjutnya.

"Karena itu harus ada BUMDes, Lembaga Keuangan Desa seperti BMT yang mengumpulkan dana untuk investasi. Dan perlu dibentuk Gabungan BUMDes BMT Ini sebagai Apex BUMDes yang menampung dana-dana ke desa dalam bentuk PT khususnya MV sehingga bisa melakukan crowdfunding, menerbitkan sukuk dan IPO. Jadi konglomerasi di tahun 2020 adalah berbasis Desa," kata Aries lagi.

Adapun yang kelima, menurut Aries, adalah Bina Pasar dan Produk Unggulan. Setelah pengumpulan dan berhasil maka perlu disiapkan pasar baik fisik maupun virtual (ePasarDesa) yang menjual produk-produk unggulan desa, khususnya hasil hutan, kebun dan DAI SABUSA (Daging Ikan Sayur Buah Susu) yg dijual sudah dalam bentuk ready to eat, atau konsep from seed to plate.

Karena itu menurutnya, ditiap desa atau gabungannya perlu adanya RPH Desa dan Cold Sorage gabungan Desa sehingga frozen food berkualitas eksport siap menembus pasar domestik dan LN sebagai halal dan thayyib produk. Tentu juga hasil kebun bisa diolah jadi energi terbarukan.

"Poinnya Desa Emas adalah, Desa yang bisa membuat tembok Desa untuk ketahanan pangan, energi, lingkungan dan sosial. Karena Desa EMAS adalah desa yg memiliki jiwa Entrepreneur, Desa yang Mandiri & Mohlimo. Artinya, Desa yang berdikari dan merdeka dari Madat, Mabok, Madon, Maling dan Main. Desa yang aman, karena merdeka dari tawuran, merdeka dari membakar dan merusak tempat ibadah, dan merdeka dari membakar hutan dan merusak lingkungan. Desa yang Sejahtera karena penduduknya dan kopdes-nya juga BUMDes-nya merupakan korporasi tingkat dunia." Pungkas ahli ekonomi syari’ah Indonesia yang lahir di Garut, Jawa Barat, pada tanggal 17 April 1955.***L/FS/R1

 





 

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved