ngaji-algibran.png

Aries Muftie: Akhlak Nabi Muhammad Lebih Unggul Dari Saemaul Undong Korea

Redaksi 16 October 2015 comments Desa Emas

Jakarta, (ICMI Media) - Meski mengakui bahwa semangat Saemaul Undong dari Korea adalah budaya yang unggul, namun Ketua Pokja Satu Desa Satu BMT (SDSB) ICMI, Prof. Dr. Aries Muftie, tetap mengakui budaya atau akhlak yang dibangun Nabi Muhammad tetap lebih unggul.

"Buat saya tetap yang unggul adalah budaya atau akhlak yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan para sahabat, khususnya strategi Nabi membangun Madinah. Itulah strategi yang ditiru oleh Korea dengan budaya Saemaul Undongnya, namun minus Akidah," kata Aries Muftie, kepada ICMI Media pada Jum'at (16/10) di Jakarta.

Menurut Aries yang juga Ketua Absindo (Asosiasi BMT Seluruh Indonesia) ini, sudah jelas tertulis dalam kitab suci dan juga di Lauh Mahfudz bahwa Allah mewariskan dunia hanya kepada hamba-Nya yg saleh,  katanya seraya merujuk pada Al-Quran Surat Al-Anbiyaa ayat 105.

"Saleh adalah karakter Nabi yaitu benar, jujur, bersih (sidiq), akuntabilitas dan responsibilitas (amanah). Ada juga nilai-nilai mengajarkan, menyampaikan, menasehati, melaporkan dan transparansi (tabligh). Bahkan ada juga nilai profesional dan kompeten (Fathonah) serta memberi manfaat dan nilai tambah (maslahah)," jelas Aries.

Karena itu, untuk menjadi bangsa yang lebih saleh atau Good Governance dan memberi Value Added yang lebih besar perlu adanya semangat the better, the cheaper, the faster, the saver, dan lebih halal dan thayyib.

"Jika nilai itu semua ada, maka merekalah yang akan jadi penguasa dunia hingga ada lagi yang lebih saleh. Karena itu, pertamakali yang dibentuk oleh Korea dan juga Jepang adalah kesalehan atau akhlak atau etos," terangya. 

Dalam pengamatan Aries, budaya mereka sejak usia Paud, TK menjelang SD bahkan hingga usia 10 tahun bobot terbesarnya hanya berkunjung ke musium untuk mengingat sejarah bangsa mereka. 

"Mereka diharuskan kenal siapa pahlawan Korea, dari dulu hingga sekarang termasuk produk unggulan terkini. Mereka juga diajarkan budaya antri, budaya caring giving dan sharing, budaya the more you give the more you get," terangnya lagi. 

Selain itu, juga diajarkan menghormati dan menaati 3 orang tua, kata Aries. "Pertama orangtua biologis atau pisikal, kedua orang tua intelektual atau guru. Ketiga orang tua nasional atau pemimpin," tambahnya. 

Aires menambahkan, bahwa mereka juga diajarkan semangat "Bangkit Maju Terbang" dengan dilligent, self help dan cooperative.

"Dengan dilligent atau sungguh-sungguh (Jihad)-lah maka kau akan Bangkit. Self help atau berdikarilah maka kau akan maju. Cooperative atau gotong royong (jamaah taawun)-lah maka kau akan Terbang. Can Do. Will Do. Must Do Spirit," tegas Aries.

Meski demikian, Aries tetap menilai ada sisi kekurangan yang hanya dilengkapi oleh umat Islam saja. 

"Sayangnya Jepang dan Korea minus Akidah, karena itu walau mereka terlihat sejahtera namun hatinya mungkin hampa. Karena itu pendapatan mereka selain lari ke 'sedekah' juga digunakan ke minum-minuman keras, karaoke dan hedonism," pungkas Aries. ***L/IS/R1

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved